
Rangkaian Orientasi Studi Pengenalan Kampus (OSPEK) STIS Hidayatullah Balikpapan Tahun Akademik 2026–2027 di Aula STIS Hidayatullah pada 17 Agustus-22 Agustus 2026 dengan tema “Nilai islam, profesionalisme, daya saing global, dari kampus untuk Ummat,” menjadi ruang bagi mahasiswi baru untuk tidak sekadar mengenal lingkungan kampus, tetapi juga mulai menata arah perjalanan akademik dan kehidupan mereka ke depan.
Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, M. Rizky Kurnia Sah, S.H., M.E., dalam penyampaian materinya mengajak 70 mahasiswa untuk memiliki harapan besar terhadap diri sendiri. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan kesempatan untuk berkembang, berkarya, serta mempersiapkan diri agar kelak mampu berkontribusi dalam mendidik dan memberikan manfaat kepada umat.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki masa lalu. Namun, masa lalu tidak semestinya menjadi alasan untuk berhenti melangkah. ”Hapus rekaman lama. Masa lalu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Dalam hidup kita punya pilihan jangan hanya menunggu keadaan berubah, tetapi jadilah bagian dari perubahan terbaik itu sendiri. Tetapkan target yang jelas, sebab keberhasilan kalian kelak tidak sekadar diukur dari tingginya pencapaian pribadi, melainkan dari seberapa besar dampak dan manfaat yang mampu kalian berikan kepada umat.” Tambah Ketua STIS dalam sambutannya.
Selain akademik, mahasiswi juga didorong untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Kemampuan yang sudah ada harus terus diasah dan dikembangkan. Salah satu keunggulan yang perlu diperkuat adalah kemampuan dalam Al-Qur’an, baik dalam tilawah maupun hafalan. Kemampuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi bekal untuk berdakwah dan memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIS juga menekankan pentingnya memiliki target yang jelas. Setiap mahasiswi perlu menentukan sendiri arah yang ingin dicapai selama menjalani pendidikan. Target yang kuat, menurutnya, akan membantu seseorang memiliki alasan untuk terus bergerak, sekaligus menjaga semangat ketika menghadapi berbagai tantangan.
“Dalam hidup, kita memiliki pilihan. Jangan hanya menunggu keadaan berubah, tetapi jadilah bagian dari perubahan terbaik,” pesan yang tergambar kuat dalam materi yang disampaikan kepada mahasiswi baru.
Ia juga mengajak mahasiswi untuk membangun kekuatan niat dan kesabaran. Perjalanan pendidikan tidak selalu mudah. Akan ada masa ketika seseorang merasa lelah, kecewa, bahkan mengalami kegagalan. Namun, dengan niat yang kuat dan target yang jelas, setiap proses dapat menjadi bagian dari pembentukan diri.
Menjadi mahasiswa STIS juga tidak cukup hanya dengan mengejar nilai akademik. Mahasiswi diharapkan mampu membangun prestasi, meningkatkan kemampuan bahasa Arab, memperkuat hafalan Al-Qur’an, serta mengembangkan berbagai keterampilan yang mendukung perjalanan dakwah dan profesionalisme mereka.
Lebih jauh, Ketua STIS mengingatkan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya diukur dari seberapa tinggi pencapaian dirinya, tetapi juga dari seberapa besar dampak yang mampu diberikan kepada lingkungan. Kehidupan yang dijalani selama menjadi mahasiswa hendaknya memberi perubahan bagi pribadi sekaligus membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
“Siap mental, siap akademis, dan siap memahami risalah perjuangan,” menjadi bekal penting bagi mahasiswi dalam menapaki perjalanan sebagai calon alumni STIS Hidayatullah.
Melalui OSPEK ini, mahasiswi baru diharapkan tidak hanya datang ke kampus untuk menjalani rutinitas perkuliahan. Mereka diajak untuk berani bermimpi, menetapkan target, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang memiliki kapasitas serta kontribusi nyata.
Sebab, dua belas tahun ke depan akan tetap berlalu. Pertanyaannya bukan sekadar apa yang terjadi dalam rentang waktu tersebut, tetapi akan menjadi siapa kita setelah melewatinya.
Antria


