Mengokohkan Peran Murobbiyah dan Musyrifah dalam Mencetak Generasi Ahlul Qur’an

stishid.ac.id-Upaya meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur’an terus dilakukan di STIS Hidayatullah Balikpapan. Salah satunya melalui kegiatan Upgrading Murobbiyah dan Musyrifah Halaqah Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 08.00–11.30 WITA.Mengangkat tema “Mengokohkan Peran Murobbiyah dan Musyrifah dalam Mencetak Generasi Ahlul Qur’an,” kegiatan ini diikuti oleh para murobbiyah dan musyrifah yang selama ini berperan dalam mendampingi halaqah Al-Qur’an,.

Hadir sebagai pemateri, Ustadz Muhammad Dinul Haq, Lc., yang mengajak para murobbiyah dan musyrifah untuk kembali memahami hakikat amanah dalam membina Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan sebuah halaqah tidak semata-mata diukur dari tercapainya target hafalan, tetapi juga dari tumbuhnya kecintaan dan kedekatan para binaan dengan Al-Qur’an.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Muhammad Dinul Haq menekankan dua hal yang harus dimiliki oleh seorang murobbiyah dan musyrifah, yaitu semangat mengajar Al-Qur’an dan semangat belajar Al-Qur’an.

“Ada dua hal yang harus dimiliki oleh seorang murobbiyah dan musyrifah: semangat mengajar Al-Qur’an dan semangat belajar Al-Qur’an,” ujar Ustadz Muhammad Dinul Haq.

Semangat mengajar menjadi modal penting agar seorang pembina mampu menghadirkan suasana halaqah yang hidup, penuh motivasi, dan mendorong para binaan untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an. Namun, semangat tersebut perlu berjalan beriringan dengan semangat belajar, karena seorang pembina juga dituntut untuk terus memperbaiki bacaan, memahami Al-Qur’an, serta meningkatkan kapasitas dirinya.

Kegiatan upgrading ini juga menjadi ruang untuk menyamakan kembali visi dalam pembinaan halaqah. Halaqah diharapkan tidak berhenti pada aktivitas setoran dan evaluasi hafalan, tetapi menjadi ruang tarbiyah yang menumbuhkan ruhiyah, akhlak, semangat beribadah, serta kecintaan mahasiswi kepada Al-Qur’an.

Menghafal Al-Qur’an pun tidak semestinya dipahami hanya sebagai upaya mengejar target atau menyelesaikan mukammal. Lebih dari itu, hafalan merupakan bagian dari perjalanan seorang hamba dalam membuktikan cintanya kepada Kalamullah. Karena itu, seorang murobbiyah dan musyrifah memiliki peran penting dalam membantu binaannya agar tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki hubungan yang dekat dan hidup bersama Al-Qur’an.

Melalui kegiatan ini, para murobbiyah dan musyrifah diharapkan semakin kuat secara ruhiyah, bertambah kompetensinya, dan semakin kokoh dalam menjalankan amanah pembinaan.Sebab, dari halaqah yang hidup bersama Al-Qur’an, diharapkan lahir generasi Ahlul Qur’an yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga baik akhlaknya, kokoh ibadahnya, dan nyata amalnya.Halaqah bukan sekadar tempat menyetorkan hafalan. Halaqah adalah tempat menumbuhkan cinta kepada Al-Qur’an, membentuk pribadi yang dekat dengannya, serta menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.