
stishid.ac.id– Dalam rangka membekali calon alumni yang akan mengemban amanah penugasan dakwah ke berbagai daerah, STIS Hidayatullah Putri Balikpapan menyelenggarakan Training Prewedding pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula STIS ini menjadi salah satu ikhtiar kampus untuk mempersiapkan para mahasiswi tidak hanya sebagai sarjana, tetapi juga sebagai calon pembangun keluarga yang kokoh, sejalan dengan semangat Milad ke-50 Hidayatullah yang mengusung cita-cita melahirkan kader-kader berkualitas sebagai fondasi peradaban Islam.
Pembekalan diawali dengan materi Orientasi Pernikahan yang disampaikan oleh Ustadzah Siti Solekhah, S.H.I., M.M. Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan awal dari amanah besar dalam menjaga nilai-nilai Islam. Salah satu pesan yang ditekankan ialah pentingnya menjaga adab dalam proses ta’aruf. “Tidak ada pertemanan yang terus berlanjut bagi lawan jenis yang belum menikah,” pesannya. Ia juga menegaskan bahwa menjaga hati dan perasaan sebelum akad merupakan bentuk ketaatan kepada Allah sekaligus ikhtiar menjaga keberkahan rumah tangga sejak awal.
Memasuki materi Problematika Rumah Tangga, ia menjelaskan bahwa kehidupan berkeluarga tidak akan pernah lepas dari ujian. Karena itu, pasangan suami istri perlu memiliki kesiapan mental, spiritual, dan kemampuan menyelesaikan persoalan bersama. “Jangan sampai kita hanya mau menikah, tetapi tidak siap menghadapi sebab-sebab yang menyertainya. Menikah bukan sekadar pemenuhan harapan, melainkan kesiapan menjalani amanah,” ungkapnya. Ia juga mengajak peserta untuk membangun keluarga yang bahagia bukan karena tanpa masalah, tetapi karena mampu menghadapi setiap persoalan dengan komunikasi yang baik, kesabaran, dan saling menguatkan.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Ustadzah Linda Mursidah yang membahas Kehidupan Setelah Ijab Kabul. Ia menekankan bahwa setelah menikah, perhatian utama pasangan adalah menjaga waktu, bersikap lemah lembut, serta terus menumbuhkan rasa kasih sayang yang mendalam. Dalam sesi persiapan kehamilan, ia mengingatkan bahwa ketakwaan dan kesiapan diri merupakan bekal utama dalam menyambut amanah berupa hadirnya buah hati. Selanjutnya, pada materi Membangun Komunikasi Keluarga, ia menjelaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam rumah tangga. Menurutnya, yang terpenting bukan seberapa besar persoalan yang dihadapi, melainkan bagaimana pasangan mampu membangun komunikasi yang efektif sehingga setiap masalah dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang lapang.
Salah seorang peserta, Sinta Sofiana, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari pembekalan tersebut. “Training ini membuka pemahaman saya bahwa menikah bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang kesiapan menjalankan amanah, membangun komunikasi, serta menjaga nilai-nilai Islam dalam keluarga. Semoga ilmu yang kami dapatkan menjadi bekal ketika menjalankan tugas dakwah di mana pun Allah menempatkan kami,” tuturnya.
Melalui Training Prewedding ini, STIS Hidayatullah Putri Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak muslimah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual, emosional, dan siap menjalankan peran sebagai istri, ibu, sekaligus kader dakwah. Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menyambut Milad ke-50 Hidayatullah, bahwa membangun peradaban tidak dimulai dari sesuatu yang besar, melainkan dari keluarga-keluarga yang dibangun di atas fondasi iman, ilmu, dan akhlak.
Di akhir kegiatan, para calon alumni melangkah keluar ruangan dengan membawa lebih dari sekadar catatan materi. Mereka membawa bekal kehidupan yang akan menemani perjalanan panjang setelah masa studi usai. Sebab, ketika ilmu bertemu dengan kesiapan hati, lahirlah keluarga-keluarga yang bukan hanya menjadi tempat pulang, tetapi juga menjadi ladang dakwah dan awal lahirnya generasi penerus perjuangan Hidayatullah di masa depan.
Antria|| STIS HIDAYATULLAH



