Menjadi Karakter Ulama dan Zuama, Mengokohkan Keikhlasan, Kemandirian, dan Kebersamaan

stishid.ac.id — Apel perdana mahasiswa Tahun Akademik 2026–2027 STIS Hidayatullah Balikpapan menjadi momentum penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai utama pembentuk karakter ulama dan zuama. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, di halaman depan kampus STIS Hidayatullah Balikpapan ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh dosen dan mahasiswi.

Dalam kesempatan tersebut, Nailatun Nahdhah, M.Pd., M.E. hadir menyampaikan pembinaan dengan menekankan pentingnya menginternalisasi karakter ulama dan zuama ke dalam diri para mahasiswi sejak masa perkuliahan.

“Menjadi seorang ulama dan zuama itu tidak sekadar urusan penguasaan ilmu di atas kertas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana ilmu tersebut mampu membentuk sikap, merapikan kepribadian, serta menuntun cara kita dalam mengemban amanah di tengah-tengah umat,” tegas Nailatun Nahdhah di hadapan peserta apel.

Ia menjelaskan bahwa untuk membentuk karakter kepemimpinan yang kokoh tersebut, mahasiswi harus memegang teguh tiga prinsip utama: keikhlasan, kemandirian, dan kebersamaan.
Prinsip pertama adalah keikhlasan. Setiap proses menuntut ilmu, berorganisasi, mengabdi, maupun menjalankan amanah perlu dilandasi niat yang murni karena Allah semata.

“Keikhlasan adalah fondasi utama. Tanpa keikhlasan, seluruh ilmu dan aktivitas kita hanya akan berhenti pada pencapaian serta kepuasan pribadi, bukan mendatangkan kebermanfaatan yang nyata bagi umat,” lanjutnya.

Prinsip kedua adalah kemandirian. Mahasiswa didorong untuk memiliki ketangguhan mengelola diri, berani mengambil tanggung jawab, serta tidak mudah bergantung pada bantuan orang lain. Kemandirian menjadi bekal krusial bagi calon ulama dan zuama agar mampu berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan zamannya.
Sementara prinsip ketiga adalah kebersamaan. Nailatun mengingatkan bahwa perjuangan besar tidak bisa diraih melalui kerja-kerja individual.

“Sebesar apa pun kapasitas dan kemampuan yang kita miliki, perjuangan membangun umat tidak akan pernah bisa kita lakukan sendirian. Kebersamaan mengajarkan kita untuk saling menguatkan, bekerja sama, menghargai peran satu sama lain, dan merawat ukhuwah dalam setiap agenda kebaikan,” tambahnya.

Ketiga prinsip ini diharapkan menjadi pijakan utama bagi mahasiswi STIS Hidayatullah Balikpapan dalam mengarungi masa studi. Kampus tidak hanya berikhtiar melahirkan lulusan yang kompeten di bidang hukum dan ekonomi syariah, tetapi juga mencetak pribadi bersosok pemimpin yang memiliki keteguhan prinsip serta kesiapan berkontribusi langsung di masyarakat.

Apel perdana ini menjadi awal langkah yang mantap bagi seluruh civitas akademika dalam menyambut Tahun Akademik 2026–2027. Dengan keikhlasan sebagai landasan, kemandirian sebagai kekuatan, dan kebersamaan sebagai jalan perjuangan, mahasiswi diharapkan bertumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan siap mengemban peran sebagai ulama dan zuama di masa depan.

Nailatun Nahdhah, S.Pd., M.E