Khotmul Qur’an Bil Ghaib, Menguatkan Komitmen Menjaga Hafalan Al-Qur’an

stishid.ac.id– Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Mukhlisin saat seluruh mahasiswi, juga beberapa Ustdzah dan dosen STIS Hidayatullah Putri Balikpapan berkumpul dalam kegiatan Khotmul Qur’an Bil Ghaib yang diselenggarakan pada Kamis, Jumat, 23–24 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai. Agenda rutin tahunan ini menjadi salah satu ikhtiar kampus dalam mengkhatamkan Al-Qur’an 30 Juz secara bersama-sama melalui hafalan, sekaligus menguatkan semangat untuk senantiasa menjaga kedekatan dengan Kalamullah.

Berbeda dengan khataman pada umumnya, Khotmul Qur’an Bil Ghaib dilaksanakan dengan metode setoran hafalan. Setiap peserta menyetorkan hafalan sebanyak satu juz atau lebih secara bil ghaib di hadapan para mahasiswi yang menyimak dengan penuh kekhusyukan. Setiap ayat yang dilantunkan bukan sekadar menunjukkan kekuatan hafalan, tetapi juga menjadi bukti kedekatan hati para peserta dengan Al-Qur’an yang senantiasa mereka jaga melalui muroja’ah.

Penanggung Jawab Tahfidz STIS Hidayatullah Putri Balikpapan, Rheyna Fatihah Salsabilla, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menyelesaikan bacaan 30 Juz, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk terus menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Khotmul Qur’an Bil Ghaib merupakan sarana untuk menguatkan komitmen kita dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswi maupun ustadzah semakin termotivasi untuk istiqamah bermuroja’ah, sekaligus memanfaatkan waktu liburan dengan aktivitas yang bernilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Rheyna Fatihah Salsabilla, S.H.

Seluruh mahasiswi dari berbagai semester bersama beberapa dosen dan ustadzah turut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa budaya mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di lingkungan kampus, tidak hanya sebagai bagian dari proses akademik, tetapi juga sebagai ruh yang menghidupkan aktivitas keseharian sivitas akademika.

Salah seorang peserta, Nuha Qur’ani, mahasiswi Semester 7 Program Studi Hukum Keluarga, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan menyetorkan hafalan di hadapan banyak penyimak memberikan pengalaman yang berharga sekaligus menjadi evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas hafalan.

“Khotmul Qur’an Bil Ghaib menjadi pengingat bahwa hafalan harus terus dijaga dengan muroja’ah. Kegiatan ini memotivasi saya untuk lebih disiplin bersama Al-Qur’an, terlebih ketika memasuki masa liburan agar waktu yang dimiliki tetap dipenuhi dengan amal yang bermanfaat,” ungkap Nuha.

Khotmul Qur’an Bil Ghaib bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang bagi setiap peserta untuk kembali meneguhkan hubungan dengan Al-Qur’an. Di tengah masa liburan yang sering kali diisi dengan berbagai aktivitas, lantunan ayat-ayat suci yang bergema di Masjid Nurul Mukhlisin menjadi pengingat bahwa waktu terbaik adalah waktu yang diisi dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga setiap hafalan yang terus dijaga melahirkan pribadi-pribadi yang istiqamah, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sekaligus menjadi cahaya yang menerangi langkah dalam mengabdi kepada agama, masyarakat, dan umat.