Menulis di Era Digital, Mahasiswi STIS Hidayatullah Putri Didorong Aktif Berkarya

stishid.ac.id— Kemampuan menulis di era digital kini menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswi STIS Hidayatullah Balikpapan mengikuti seminar bertajuk “Mahasiswi Menulis di Era Digital” yang digelar pada 25 Mei 2026 di Aula STIS Hidayatullah Putri, Balikpapan. Seminar ini menghadirkan penulis dan editor, Asri Wulantini, sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Asri menekankan bahwa kemampuan menulis saat ini bukan lagi sekadar hobi, tetapi sudah menjadi kebutuhan di tengah perkembangan media digital. Menurutnya, hampir seluruh aktivitas masyarakat kini bersinggungan dengan media dan platform digital, sehingga tulisan dapat menjadi identitas sekaligus nilai tambah bagi seseorang.

“Di era digital, kemampuan menulis menjadi sangat penting karena semua sudah menggunakan media. Apa yang kita tulis di internet dapat menjadi identitas diri, portofolio, bahkan personal branding,” ungkapnya di hadapan para peserta seminar.

Asri yang telah menulis puluhan buku solo dan antologi itu juga membagikan perjalanan awalnya di dunia kepenulisan. Ia mengisahkan bagaimana dirinya memulai karier menulis sejak tahun 2012 hingga akhirnya memutuskan fokus menekuni dunia literasi setelah melepas profesi guru pada 2022. Pengalaman tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para mahasiswi yang hadir.

Tidak hanya memberikan motivasi, seminar ini juga diisi dengan berbagai tips praktis agar mahasiswa mampu konsisten menulis. Di antaranya memperbanyak membaca, membiasakan menulis sedikit demi sedikit setiap hari, tidak takut mencoba, menyimpan ide di catatan pribadi, serta aktif bergabung dengan komunitas penulis.

“Semua penulis pernah menjadi pemula. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan konsisten. Konsisten lebih penting daripada kesempurnaan,” tambahnya.Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para mahasiswi tampak aktif menyimak sekaligus berdiskusi mengenai tantangan menulis di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang serba cepat.

Salah satu peserta seminar, Salmah, mahasiswi semester 6 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut. Ia berharap seminar serupa dapat terus diadakan untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan kampus.

“Melalui seminar ini saya mendapat penambahan ilmu, pengalaman, dan semangat baru untuk berkarya lewat tulisan. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar mahasiswi semakin termotivasi menjadi penulis,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, pihak kampus berharap budaya literasi di kalangan mahasiswi semakin berkembang, sehingga lahir generasi muslimah yang tidak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dan dakwah melalui karya tulis.

Nurul Mau’nah Mahasiswi Semester 6 HES