
stishid.ac.id- Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah Balikpapan terus memperkuat jejaring kemitraan dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui audiensi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Kalimantan Timur yang berlangsung pada Jumat (26/6).
Audiensi yang digelar di Kantor BMH Perwakilan Kalimantan Timur ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi antara kedua lembaga dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, serta penguatan riset zakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Rombongan STIS Hidayatullah dipimpin langsung oleh Ketua STIS, M. Rizky Kurnia Sah dan didampingi oleh Waka 1 Kuat, Waka 2 Syarifuddin, Waka 3 Pajrin B serta Kaprodi Hukum Keluarga Rifqie dan Ketua Bidang Kerjasama dan Alumni Nasikin. Kehadiran rombongan disambut oleh Kepala BMH Perwakilan Kalimantan Timur, Muhammad Rofiq, yang didampingi Sekretaris Lembaga, Mudhofar, serta para kepala divisi, yakni Rifai dan Ali.
Dalam pertemuan tersebut, M. Rizky Kurnia Sah menyampaikan apresiasi atas dukungan BMH Kalimantan Timur yang selama ini menjadi mitra strategis STIS Hidayatullah dalam berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi kedua lembaga telah memberikan manfaat nyata, khususnya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dhuafa, keluarga guru, dan para dai.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama yang telah terjalin tidak hanya mencakup pemberian akses beasiswa pendidikan, tetapi juga pelaksanaan berbagai program sosial, kesehatan, dakwah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui fasilitasi pendidikan bagi para amil BMH dan relawan filantropi agar memiliki kompetensi akademik yang semakin baik.
“Terima kasih kami sampaikan kepada BMH yang selama ini telah aktif memberikan arahan, bimbingan, serta monitoring terhadap berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah yang kami jalankan. Kami berharap kolaborasi yang telah terbangun dengan baik ini dapat terus ditingkatkan sehingga manfaatnya semakin luas bagi umat,” ujar Rizky.
Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga filantropi Islam merupakan kebutuhan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program-program yang lebih inovatif, berbasis riset, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Kepala BMH Perwakilan Kalimantan Timur, Muhammad Rofiq, memberikan apresiasi atas kontribusi STIS Hidayatullah yang selama ini konsisten mendukung berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BMH di Kalimantan Timur.
Ia menilai STIS Hidayatullah bukan sekadar mitra pelaksana program, tetapi juga memiliki peran penting sebagai institusi akademik yang mampu menghadirkan kajian ilmiah untuk memperkuat pengelolaan zakat secara profesional dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi kinerja STIS Hidayatullah yang selama ini telah aktif menjadi mitra dalam menyukseskan berbagai program BMH Kalimantan Timur,” ungkap Rofiq.
Lebih lanjut, ia berpesan agar kerja sama yang telah berjalan terus diarahkan pada aspek-aspek yang bersifat fundamental, khususnya pengembangan riset zakat yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Pesan kami, STIS Hidayatullah terus memperkuat hal-hal yang bersifat prinsip, terutama dalam pengembangan riset zakat yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan demikian, pengelolaan zakat tidak hanya berdampak pada penyelesaian persoalan sosial saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan,” tutupnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga filantropi Islam dalam melahirkan berbagai program kolaboratif yang berdampak luas bagi masyarakat. Ke depan, STIS Hidayatullah Balikpapan dan BMH Kalimantan Timur berkomitmen mengembangkan kerja sama yang lebih komprehensif, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan ekosistem zakat sebagai instrumen pembangunan umat.
Abaluna/STIS Hidayatullah Balikpapan



