Mengukuhkan Semangat Pengabdian Sarjana Kader untuk Dakwah dan Pemberdayaan Lapangan

stishid.ac.id— STIS Hidayatullah Balikpapan secara resmi membuka kegiatan Pembekalan Calon Alumni Tahun 2026 pada Kamis, 1 Safar 1448 H (16 Juli 2026), dengan mengusung tema “Mengukuhkan Semangat Pengabdian Sarjana Kader untuk Dakwah dan Pemberdayaan Lapangan.”

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan mahasiswi calon alumni ini berlangsung secara terpisah. Mahasiswa mengikuti pembukaan di Kantor YPP Hidayatullah Balikpapan, sementara mahasiswi mengikuti kegiatan di Kampus STIS Hidayatullah Putri. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kesiapan intelektual, spiritual, dan mental untuk mengemban amanah sebagai sarjana kader di tengah masyarakat.

Di hadapan para mahasiswa, Ketua YPP Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Arfan, menegaskan bahwa pengabdian merupakan identitas utama seorang kader Hidayatullah. Ia mengajak seluruh calon alumni agar menjadikan ilmu sebagai bekal untuk melayani umat, bukan sekadar mengejar prestasi pribadi.

“Sarjana kader Hidayatullah tidak diukur dari gelarnya semata, tetapi dari kesiapannya hadir di tengah masyarakat, membina umat, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan.” Ujarnya.

“Ke mana pun antum ditugaskan, bawalah nilai-nilai Al-Qur’an, akhlak yang mulia, dan semangat melayani. Itulah ciri seorang kader sejati.” Tambah ketua yayasan Ummulqura Hidayatullah Balikpapan itu.

Tidak hanya itu, ia turut berpesan kepada para calon Alumni bahwa setelah lulus dari kampus adalah awal dari perjalanan dan pengabdian kepada masyarakat,

“Jangan pernah merasa selesai setelah wisuda. Justru setelah itu perjuangan sesungguhnya dimulai, yaitu mengabdi dengan ilmu dan keteladanan.”

Sementara itu, di Kampus STIS Hidayatullah Putri, Ust. Rizky Kurnia Sah mengingatkan para mahasiswi agar senantiasa menjaga integritas, keikhlasan, dan semangat dakwah dalam setiap amanah yang diemban. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang kader tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Di mana pun Allah menempatkan kita, bawalah akhlak, ilmu, dan semangat melayani. Seorang kader harus menjadi sumber keberkahan bagi lingkungannya.”

“Ilmu yang tidak melahirkan pengabdian akan kehilangan maknanya. Karena itu, jadikan setiap langkah sebagai bagian dari ibadah dan dakwah.”

“Teruslah belajar, teruslah bertumbuh, dan jangan pernah lelah menebarkan manfaat. Masyarakat membutuhkan sosok kader yang amanah, profesional, dan penuh kasih sayang.”

Melalui pembekalan ini, STIS Hidayatullah Balikpapan berharap seluruh calon alumni memiliki kesiapan untuk terjun ke berbagai medan dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat pengabdian yang kokoh, para lulusan diharapkan mampu menjadi sarjana kader yang berintegritas, profesional, serta senantiasa membawa nilai-nilai Islam dalam setiap peran dan pengabdiannya.

Rangkaian pembekalan akan berlanjut dengan berbagai materi yang berfokus pada penguatan ideologi kader, kepemimpinan, profesionalisme, strategi dakwah, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bekal sebelum para calon alumni memasuki medan pengabdian.

abana | Media STIS Hidayatullah Balikpapan