FGD Bedah Kurikulum, STIS Hidayatullah – LBH Hidayatullah Pusat Perkuat Kompetensi Hukum & Profesionalisme Lulusan

stishid.ac.id- Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Bedah Kurikulum bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Pusat yang menghadirkan Ustadz Syaefullah Hamid sebagai narasumber.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, Gunung Tembak, Teritip. Diikuti oleh seluruh unsur manajemen STIS Hidayatullah, dosen putra, serta dosen putri beberapa waktu lalu.

FGD bedah kurikulum ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan mutu akademik serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia hukum, perkembangan regulasi nasional, dan tantangan masyarakat kontemporer.

Selain meneguhkan identitas keislaman kampus, kegiatan ini juga diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional di bidang hukum dan syariah.

#Mahasiswa Hadapi Realitas

Dalam pemaparannya hari itu, 27 Zulhijjah 1447 H (13/6/2026 M), Ustadz Syaefullah Hamid menekankan pentingnya kurikulum yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai syariah, etika profesi, dan keterampilan praktis hukum. Sehingga, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi realitas dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kurikulum yang baik harus mampu melahirkan lulusan yang memiliki integritas, kemampuan analisis hukum yang kuat, serta kepekaan terhadap persoalan umat dan bangsa.Mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan ilmu, tetapi juga keterampilan praktik dan etika profesi yang menjadi fondasi dalam dunia hukum,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung secara aktif dengan membahas berbagai aspek kurikulum, mulai dari capaian pembelajaran lulusan, penguatan mata kuliah hukum, peningkatan kompetensi praktik, hingga peluang pengembangan karier lulusan di berbagai sektor profesi hukum.

#Langkah Strategis Ketua STIS Hidayatullah,

Ustadz Rizky Kurnia Sah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing dan berkontribusi secara nyata di bidang hukum dan syariah.

“FGD bedah kurikulum ini menjadi momentum penting bagi STIS Hidayatullah untuk memastikan kurikulum yang kami susun benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia profesi hukum.Kami ingin menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mencetak lulusan yang berintegritas, profesional, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Islam,” ujar Rizky Kurnia Sah.

#Agen Perubahan

Ia menambahkan bahwa penguatan kurikulum ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang jelas dan terukur sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Harapan kami, mahasiswa STIS Hidayatullah ke depan memiliki bekal yang kuat untuk berkiprah sebagai advokat, hakim, mediator, konsultan hukum syariah, praktisi lembaga bantuan hukum, aparatur peradilan agama, peneliti hukum, maupun profesi lainnya yang membutuhkan pemahaman hukum dan syariah yang mendalam.Selain itu, mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi hukum yang berkeadilan dan berlandaskan nilai-nilai Islam,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, STIS Hidayatullah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengembangan kurikulum yang adaptif, unggul, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.

Hasil rekomendasi dari FGD bedah kurikulum akan menjadi dasar dalam penyempurnaan kurikulum, sehingga mampu mendukung terwujudnya lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan negara.* (Abana/Media STIS Hidayatullah/@Uqreat)