Delapan Mahasiswi Awali Langkah Menuju Skripsi Melalui Seminar Proposal

stishid.ac.id-Komitmen STIS Hidayatullah Balikpapan dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Ujian Seminar Proposal Skripsi Gelombang Pertama bagi mahasiswi Semester VI Program Studi Hukum Keluarga (HK) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 13.30 WITA di Kampus Putri STIS Hidayatullah ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswi dalam memasuki tahap penyusunan skripsi. Pada gelombang pertama, sebanyak delapan mahasiswi mengikuti ujian seminar proposal sebagai bagian dari proses akademik menuju penyelesaian studi.

Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam dua ruang. Di Ruang A, ujian dipandu oleh Siti Solekhah, S.H.I., M.M. sebagai Penguji I dan Antria Susilawati, S.H., M.E. sebagai Penguji II, dengan peserta Nurul Ma’unah Rasyidah, Desti Amanda, Nida Rahmatillah, Lia Mardiani, dan Putri Yani. Sementara itu, Ruang B dipandu oleh Kamariah, S.H.I., M.M. sebagai Penguji I dan Nashiratun Nisa, S.H., M.E. sebagai Penguji II, dengan peserta Nur Fadhillah Ka’aba, Mutiara Hikmah Fajar, Wardah Rohimah, dan Ummu Haedah Muthmainnah. Setiap mahasiswi mempresentasikan rancangan penelitiannya di hadapan dosen penguji untuk memperoleh masukan sebagai bekal penyempurnaan proposal skripsi.

Miftahul Jannah, S.H.I., M.P.I. selaku penanggung jawab Biro Skripsi STIS Hidayatullah Balikpapan menjelaskan bahwa seminar proposal merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan skripsi. Kegiatan ini bukan sekadar penilaian akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswi untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, mempertanggungjawabkan gagasan ilmiah, serta menerima evaluasi dari para dosen penguji.

“Seminar proposal merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses penyusunan skripsi. Melalui forum ini, mahasiswi dapat memperoleh masukan, kritik, dan arahan dari para dosen penguji sehingga penelitian yang akan dilakukan menjadi lebih matang, terarah, dan sesuai dengan kaidah ilmiah. Kami berharap setiap mahasiswi menjadikan proses ini sebagai kesempatan untuk terus belajar, memperbaiki kualitas penelitian, serta mempersiapkan diri menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Miftahul Jannah, S.H.I., M.P.I.

Salah satu peserta, Desti Amanda, mahasiswi Semester VI Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), mengaku bersyukur dapat mengikuti seminar proposal pada gelombang pertama. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mengukur kesiapan penelitian yang telah disusun sekaligus menerima berbagai masukan dari dosen penguji.

“Saya merasa bersyukur bisa mengikuti seminar proposal ini. Meskipun sempat gugup, berbagai masukan dari dosen penguji justru membuka wawasan saya tentang hal-hal yang perlu diperbaiki. Semoga proses ini menjadi langkah awal untuk menyelesaikan skripsi dengan hasil yang terbaik dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ungkap Desti Amanda.

Seminar proposal bukan hanya menjadi gerbang menuju penyusunan skripsi, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter ilmiah yang mengajarkan keberanian menyampaikan gagasan, kerendahan hati menerima kritik, dan kesungguhan dalam mencari kebenaran. Dari setiap presentasi dan masukan yang diterima, lahir harapan agar karya ilmiah yang dihasilkan kelak tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga menjadi bukti bahwa setiap proses belajar yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan melahirkan ilmu yang bermanfaat dan menjadi amal yang terus mengalir.

Antria|| Media STIS Hidayatullah