Self Leadership Menjadi Fondasi Kepemimpinan Calon Alumni STIS Hidayatullah Putri Balikpapan

stishid.ac.id– Kepemimpinan yang kuat tidak lahir dari kemampuan mengatur orang lain, tetapi dari keberhasilan seseorang mengelola dan memimpin dirinya sendiri. Nilai inilah yang menjadi ruh dalam sesi Self Leadership Action pada rangkaian Pembekalan Calon Alumni STIS Hidayatullah Putri Balikpapan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juli 2026, di Aula STIS Hidayatullah Putri Balikpapan.

Menghadirkan Tim SDI DPP Hidayatullah, Ustadz Samsul Bahri, kegiatan ini diikuti oleh seluruh calon alumni sebagai bekal sebelum mereka mengemban amanah dakwah dan pengabdian di berbagai daerah. Selama dua hari, peserta tidak hanya diajak memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga diajak mengenali potensi diri, membangun karakter, dan menyiapkan langkah-langkah pengembangan diri sebagai bekal menjadi kader yang siap memberi manfaat di tengah masyarakat.

Pada hari pertama, suasana pembekalan dipenuhi dengan refleksi tentang makna kepemimpinan. Ustadz Samsul Bahri mengajak para peserta menengok kembali perjalanan mereka selama menempuh pendidikan. Menurutnya, seorang kader tidak cukup hanya memiliki ilmu dan kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga harus memiliki disiplin, integritas, serta semangat belajar yang terus tumbuh sepanjang hayat.

“Jika engkau belum mampu memimpin dirimu sendiri, bagaimana engkau akan mampu memimpin orang lain? Kepemimpinan selalu dimulai dari diri sendiri. Seorang pemimpin adalah arsitek bagi lintasan belajarnya sendiri, yang terus membangun karakter, menambah ilmu, dan memperbaiki diri agar mampu menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya,” tegas Ustadz Samsul Bahri.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap amanah besar selalu diawali dengan kemenangan atas diri sendiri. Mengelola waktu, mengendalikan emosi, menjaga integritas, serta terus memperbaiki kualitas diri merupakan fondasi yang harus dimiliki oleh setiap kader sebelum dipercaya memimpin dan membimbing orang lain.

Memasuki hari kedua, pembekalan berlanjut melalui Self Leadership Assessment Program. Pada sesi ini, seluruh calon alumni mengikuti asesmen untuk mengenali potensi diri, mengevaluasi kekuatan yang dimiliki, sekaligus memetakan aspek-aspek yang masih perlu dikembangkan. Melalui asesmen tersebut, setiap peserta memperoleh gambaran mengenai kapasitas dirinya sebagai pijakan dalam menyusun langkah pengembangan kepemimpinan secara berkelanjutan.

Bagi para peserta, asesmen ini bukan sekadar rangkaian evaluasi, melainkan ruang untuk berdialog dengan diri sendiri. Mereka diajak memahami bahwa setiap individu memiliki karakter, potensi, dan gaya kepemimpinan yang berbeda. Kesadaran inilah yang diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan amanah dakwah dan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, keteladanan, serta keikhlasan.

Turut merasakan manfaat dari pembekalan tersebut, Sinta Sofiana, salah seorang calon alumni STIS Hidayatullah Putri Balikpapan, mengaku memperoleh pemahaman baru tentang arti kepemimpinan yang sesungguhnya. Menurutnya, proses memimpin orang lain harus diawali dengan kesediaan untuk terus memperbaiki diri.

“Materi ini menyadarkan saya bahwa sebelum mengajak orang lain berubah, saya harus terlebih dahulu mampu memimpin diri sendiri. Self leadership membuat saya lebih mengenali kelebihan dan kekurangan yang saya miliki, sehingga saya tahu apa yang harus terus diperbaiki sebagai bekal menjalankan amanah pengabdian nanti. Semoga ilmu yang kami peroleh selama pembekalan ini benar-benar menjadi bekal untuk mengabdi dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan,” ungkap Sinta Sofiana.

Melalui rangkaian pembekalan ini, STIS Hidayatullah Putri Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan diri yang kuat, karakter yang kokoh, dan semangat belajar sepanjang hayat. Sebab ketika para calon alumni melangkah menuju medan pengabdian, mereka tidak hanya membawa gelar sarjana, tetapi juga membawa nilai-nilai yang telah ditempa selama proses pendidikan. Dari kemampuan memimpin diri sendiri itulah, lahir pemimpin-pemimpin yang siap menjadi teladan, menguatkan umat, dan menebarkan manfaat di mana pun Allah menempatkan mereka.

antria || STIS Hidayatullah