
stishid.ac.id- Silaturahim daring itu dibuka dengan wajah-wajah yang tak asing: para alumni yang meski kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia, tetap memiliki satu ciri khas yang membuat mereka mudah dikenali, semangat dakwah dan loyalitas terhadap almamater yang terus hidup di mana pun mereka ditugaskan. Itulah yang terasa dalam kegiatan Silaturahim Alumni STIS Hidayatullah Balikpapan bertema “Menjaga Jarak, Menyatukan Langkah” yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Ahad, 24 Mei 2026 pukul 16.00 WITA.
Kegiatan yang diikuti kurang lebih 117 alumni tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Meski terpisah ruang dan wilayah pengabdian, para alumni tetap hadir membawa visi yang sama: menjaga hubungan, memperkuat kontribusi, dan memikirkan masa depan kampus bersama-sama.
Acara diisi oleh Dr. Arfan, S.S., M.Pd.I yang menyampaikan pentingnya peran alumni dalam mendukung perkembangan kampus, khususnya pada aspek akademik dan penguatan wawasan organisasi bagi mahasiswa. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi kondisi sosial di tengah masyarakat.
“Alumni jangan hanya menjadi penonton perkembangan kampus. Alumni harus hadir memberi kontribusi, baik dalam penguatan akademik, ide-ide kurikulum, maupun menjadi penghubung kebutuhan masyarakat dengan kampus,” Ungkapnya .
Ustadz Arfan juga mendorong agar alumni dilibatkan dalam agenda-agenda diskusi strategis lintas wilayah untuk membicarakan bagaimana gambaran STIS beberapa tahun ke depan, sekaligus memetakan kondisi sosial yang terjadi di masing-masing daerah tempat para alumni bertugas. Menurutnya, masukan dari alumni menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan kampus.
Selain itu, alumni juga diharapkan mampu membantu menjaga citra positif kampus di tengah masyarakat. Kritik dan saran tetap diperlukan, namun disampaikan sebagai bahan evaluasi demi perbaikan ke depan.
“Alumni STIS harus bisa menjadi contoh di tengah masyarakat. Di mana pun ditempatkan, tetap membawa nilai-nilai dakwah, adab, dan pengabdian,” tambahnya.
Salah satu poin yang paling ditekankan dalam pertemuan tersebut ialah pentingnya kontribusi nyata alumni dalam menghadirkan kader-kader baru untuk melanjutkan perjuangan di kampus. Setiap alumni didorong untuk mengirimkan minimal satu kader sebagai bentuk kontribusi terhadap keberlangsungan dakwah pendidikan di STIS.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru oleh Ketua PMB Rifdah Fauziah, S.H. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan gerakan “Satu Alumni Satu Kader” melalui langkah sederhana namun strategis yaitu lima langkah kirim kader
(1) Cari – Ajak – Rekrut,
(2) Konfirmasi Nomor Handphone,
(3) Daftar – Isi Link Pendaftaran,
(4) Serah Surat Rekomendasi,
(5) Get Fee“Semangat mencari peluang amal jariyah. Harus ada rencana tindak lanjut yang strategis terkait komitmen mencari dan merekomendasikan mahasiswa baru ke STIS. Ini tidak lagi sekadar himbauan, tetapi sudah menjadi anjuran bagi para dosen, pengurus alumni, dan seluruh keluarga besar STIS,” ujar Ustadzah Rifdah.
Suasana silaturahim semakin cair saat sesi diskusi ringan dibuka. Para alumni saling berbagi pengalaman dakwah dan tantangan sosial di daerah masing-masing. Beberapa pertanyaan juga muncul terkait strategi pengembangan kampus dan peran alumni ke depan.
Menjelang penutupan, panitia menghadirkan sesi doorprize bagi alumni yang mampu menyimpulkan materi pemateri dengan baik. Tawa dan antusiasme peserta menghangatkan ruang virtual sore itu, seolah menghapus jarak yang memisahkan.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahim biasa. Ia menjadi pengingat bahwa hubungan antara kampus dan alumni tidak berhenti setelah wisuda. Di balik layar-layar kecil Zoom, tersimpan harapan besar agar langkah-langkah kecil para alumni di berbagai penjuru negeri tetap bermuara pada tujuan yang sama: menjaga nilai perjuangan, melahirkan kader-kader baru, dan terus membersamai perjuangan dakwah pendidikan bersama STIS Hidayatullah Balikpapan.
Nur Syafika/media STIS Hidayatullah Putri



