
stishid.ac.id – Dalam suasana apel pagi yang khidmat di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Balikpapan, Senin ini civitas akademika kembali mendapatkan pesan inspiratif bertema “Menumbuhkan Karakter yang Bertanggung Jawab.” Apel itu disampaikan oleh Ustadzah Antria Susilawati, S.H., M.E. dan ditujukan kepada seluruh dosen dan mahasiswi STIS putri.
Dalam penyampaiannya, Ustadzah Antria menegaskan bahwa tanggung jawab adalah bagian penting dari akhlak seorang muslimah. Masa mahasiswa adalah fase transisi menuju kedewasaan, sehingga sangat penting untuk membentuk karakter yang kuat sejak dini. “Tanggung jawab bukan dimulai dari hal besar, tapi dari hal kecil yang sering kita anggap sepele,” ungkap beliau.
Beliau mengangkat sabda Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila melakukan pekerjaan, ia menyempurnakannya.”(HR. Thabrani)
Dengan hadits ini, Ustadzah Antria mendorong mahasiswi untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanah, sekecil apapun bentuknya. Seperti menjaga kebersihan, menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, menepati janji, dan menjaga etika dalam kehidupan kampus.
Tak hanya itu, beliau juga mengingatkan agar tidak mudah menyalahkan orang lain dan lebih banyak melakukan introspeksi diri. Beliau mengutip firman Allah Subhānahu wa Ta‘ālā dalam surat Al-An‘ām:
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ
“Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.”(QS. Al-An‘ām: 164)
Selain itu, manajemen waktu juga menjadi salah satu bentuk tanggung jawab yang nyata. Dalam dunia mahasiswa yang penuh aktivitas, kemampuan mengatur prioritas adalah hal yang sangat penting. Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu karenanya: kesehatan dan waktu luang.”(HR. Bukhari)
Apel ditutup dengan pengingat bahwa setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas dirinya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallāhu ‘alaihi wa sallam:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Ustadzah Antria menekankan bahwa tanggung jawab adalah bekal utama menjadi muslimah yang berintegritas. “Mulailah dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari hari ini,” pesan beliau, mengajak para mahasiswi untuk menjadikan tanggung jawab sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
Apel ini menjadi pengingat penting bahwa ilmu tanpa tanggung jawab adalah kosong, dan kedewasaan bukan sekadar usia, tetapi tentang akhlak dan tindakan nyata.
Oleh: Qonita/MediaSTIS



