
stishid.ac.id— STIS Hidayatullah Balikpapan menyelenggarakan Training Kepengasuhan dan Pelepasan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bertema “Menjadi Teladan Terbaik dalam Pengasuhan: Membangun Integritas, Empati, dan Tanggung Jawab” pada Sabtu, 16 Safar 1448 H/1 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 12 mahasiswa yang terdiri atas 4 peserta semester II, 5 peserta semester VI, dan 3 peserta semester VIII sebagai bekal sebelum menjalankan amanah kepengasuhan.
Dalam sesi pertama, Ust. Irwan Budiana, M. Pd. menegaskan bahwa pengasuh merupakan cerminan nilai-nilai pesantren sekaligus sosok yang paling berperan dalam membentuk karakter santri. Menurutnya, keberhasilan pengasuhan tidak hanya ditentukan oleh ilmu, tetapi juga oleh kesungguhan dalam belajar, keikhlasan mengabdi, dan komitmen memperjuangkan nilai-nilai Islam. Ia juga mengingatkan bahwa keberkahan diperoleh melalui pengabdian, sedangkan hikmah agama lahir dari proses pendidikan di pesantren.
Selanjutnya, Ust. Sukman, S.H., M.E mengajak seluruh peserta untuk memperkuat kolaborasi dan menghilangkan sekat antarsatuan kerja di lingkungan pesantren. Sinergi antarunit, menurutnya, menjadi kunci dalam membangun sistem pembinaan yang efektif dan berkesinambungan.
Sementara itu, Ust. Muhammad Dinul Haq, Lc. membekali peserta dengan materi mengenai komunikasi dan kepemimpinan dalam kepengasuhan. Ia mengajak calon pengasuh untuk fokus pada potensi yang dimiliki, percaya pada proses pembinaan, membangun koneksi yang sehat, serta mengawal perubahan menuju budaya yang lebih baik melalui silaturahim dan keteladanan.
Penanggung jawab kegiatan, Pajrin B, S.H., M.H., selaku Wakil Ketua III STIS Hidayatullah Balikpapan, menyampaikan bahwa amanah sebagai pengasuh ibarat berada di medan perjuangan. “Tugas kepengasuhan ibarat tugas perang. Boleh jadi ada yang senang dan ada yang tidak menyukainya. Namun, di balik besarnya amanah tersebut terdapat banyak pelajaran berharga yang akan membentuk integritas, tanggung jawab, dan kedewasaan seorang pengasuh,” ujarnya.
Kegiatan yang turut dihadiri Kepala Asrama SMH, Arifuddin, S.H., M.E., ini diharapkan mampu melahirkan calon-calon pengasuh yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak, empati, dan pengabdian, sehingga mampu mendukung proses kaderisasi dan pembinaan generasi Islam di lingkungan pesantren.
Pajrin|| STIS Hidayatullah



