
stishid.ac.id – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan kembali menggelar program tahunan bertajuk “Bazaar Weekend”, sebuah kegiatan edukatif yang menyatukan semangat wirausaha, pembelajaran praktis, dan nilai-nilai syariat Islam.
Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 24–25 Mei 2025, di halaman kampus Gunung Tembak, Balikpapan. Dikenal sebagai program unggulan yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswi (DEMA), “Bazaar Weekend” menjadi sarana pembinaan kader dengan pendekatan langsung pada praktik bisnis yang Islami.
Tahun ini, suasana bazar terlihat semakin meriah dengan partisipasi aktif dari mahasiswi lintas angkatan yang menjajakan beragam produk makanan, minuman, serta kerajinan tangan hasil kreativitas sendiri. Tujuan kegiatan ini bukan semata mengejar keuntungan, melainkan melatih kepercayaan diri, komunikasi, serta solidaritas tim.
“Bazar ini adalah media pembelajaran yang sangat berharga. Kami ingin para mahasiswi mengalami langsung bagaimana membangun kerja sama dan nilai amanah dalam berbisnis,” ujar salah satu pengurus DEMA.
*Kehadiran Para Ustadz: Dukungan Nyata*
Menariknya, kegiatan ini turut disemarakkan oleh kehadiran beberapa ustadz yang tengah berada di kampus untuk agenda rapat internal. Mereka menyempatkan diri untuk mengunjungi stand-stand bazar, mencicipi berbagai jajanan khas mahasiswi, hingga berfoto bersama di depan spanduk acara.
Kehadiran para ustadz tersebut memberikan semangat tersendiri bagi para peserta bazar. Dukungan langsung dari para pendidik ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan aplikatif semacam ini mendapat tempat dalam pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
*Semangat dan Apresiasi Pengunjung*
Bazar juga menjadi ajang bagi mahasiswi yang memiliki ide besar namun terbatas secara finansial untuk mengembangkan potensi diri. Pembelinya dari tingkat MTS-MA, yang masih dalam satu lingkup.
Salah satu peserta, Sisi, menyampaikan apresiasinya“Kegiatan ini jadi peluang nyata untuk kami yang punya ide usaha tapi belum punya modal. Kami belajar, dan sekaligus bisa mendapatkan dana tambahan,” ungkapnya.
Seorang pembeli pun sempat berkomentar sambil tersenyum, “Ukhti, menu cireng ini wajib ada lagi tahun depan, ya!” Sebuah bentuk apresiasi yang menyiratkan kepuasan dan dukungan terhadap kreativitas para mahasiswi.
*Menumbuhkan Jiwa Bisnis Islami*
Lebih dari sekadar pasar mini, “Bazaar Weekend” menghadirkan atmosfer ekonomi Islami yang terasa nyata. Ketika azan berkumandang, seluruh transaksi dihentikan sejenak sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu shalat. Ini menjadi wujud konkret dari nilai-nilai syariat yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini pun ditutup dengan kesan yang hangat dan inspiratif. Para peserta pulang dengan pengalaman berharga, bukan hanya dalam hal berdagang, tapi juga dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap langkah usaha.
By: Qonita/MediaSTIS



