
stishid.ac.id – Suasana hangat dan penuh keberkahan menyelimuti Pesantren Hidayatullah Balikpapan pada Ahad sore, 11 Ramadhan 1447 H/1 Maret 2026. Dalam momentum silaturahmi dan buka puasa bersama, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, Ph.D., berkunjung ke lingkungan pesantren dan disambut dengan penuh khidmat oleh keluarga besar pesantren dan kampus.
Pada kesempatan istimewa tersebut, Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, Ustadz M. Rizky Kurnia Sah, S.H.I., M.E., berkesempatan menyerahkan secara langsung sebuah mukenah sholat produk Green Campus Collection sebagai buah tangan untuk istri Bapak Menteri Kehutanan RI. Mukenah tersebut merupakan karya mahasiswi STIS yang diproduksi melalui Unit Penjahitan kampus.
Dengan wajah sumringah, Bapak Menteri menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih, istri saya pasti bangga dan pasti akan dipakai istri,” ujar ia penuh kehangatan. Ucapan tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi para mahasiswi yang telah mencurahkan ketelitian dan kesungguhan dalam setiap jahitan.
Penyerahan ini bukan sekadar simbol cenderamata, namun representasi nyata dari semangat kemandirian dan pemberdayaan mahasiswi. Green Campus Collection merupakan unit usaha kampus yang menghadirkan beragam produk busana muslim, seperti jilbab syar’i, gamis muslimah dewasa dan anak, koko dewasa dan anak, mukenah sholat, hingga ikat pinggang. Seluruh prosesnya, dari desain, pemilihan bahan, pemotongan, hingga jahitan akhir, dikerjakan 100% oleh tangan-tangan terampil mahasiswi STIS.
Melalui wadah UKM/PSM Penjahitan, mahasiswi tidak hanya ditempa dalam aspek akademik dan ruhiyah, tetapi juga dibekali keterampilan praktis sebagai bekal kemandirian ekonomi. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun karakter muslimah yang berilmu, berdaya, dan produktif.
Selain PSM Penjahitan, kampus juga memiliki beragam UKM/PSM lain sebagai ruang pengembangan minat dan bakat mahasiswi, di antaranya Tata Boga, Thibbun Nabawi, Art, Jurnalistik, Skincare, English Club, hingga Beladiri. Setiap unit menjadi laboratorium pembelajaran nonformal yang membentuk kepercayaan diri, kepemimpinan, serta jiwa kolaboratif mahasiswi dalam bingkai nilai-nilai keislaman.
Lebih dari sekadar unit usaha, Green Campus menjadi ruang belajar yang nyata. Di sana mahasiswi belajar tentang ketelitian, tanggung jawab terhadap kualitas, manajemen produksi, hingga pelayanan kepada konsumen. Setiap produk yang lahir membawa nilai profesionalitas sekaligus nilai dakwah.
Momentum silaturahmi ini menjadi penguat sinergi antara dunia pendidikan dan kepemimpinan nasional, sekaligus menegaskan bahwa karya mahasiswi pesantren mampu tampil dengan kualitas yang membanggakan di ruang-ruang terhormat.
Ke depan, Green Campus Collection tidak hanya diposisikan sebagai unit kewirausahaan internal, tetapi sebagai brand kampus yang siap tumbuh dan dikenal lebih luas oleh masyarakat. Dengan standar kualitas yang terus ditingkatkan dan manajemen yang semakin profesional, karya mahasiswi STIS diharapkan mampu bersaing secara sehat di pasar busana muslim, sekaligus menjadi ikon kemandirian kampus berbasis pesantren.
Bagi para calon mahasiswi, inilah gambaran nyata pendidikan di STIS Hidayatullah Balikpapan: kampus yang tidak hanya mendidik untuk lulus, tetapi membina untuk tumbuh, mandiri, dan siap berkarya di tengah masyarakat.
Semoga langkah ini menjadi bagian dari kontribusi besar dalam membangun generasi muslimah yang berilmu, mandiri, dan membawa keberkahan bagi umat dan bangsa.
Qonita/MediaSTIS



