Apel Pagi, “Bersegeralah dalam Kebaikan”

Pagi yang cerah pada Senin(19/5/2025) di halaman kampus menjadi saksi semangat para mahasiswi yang berkumpul dalam kegiatan apel pagi rutin. Dalam suasana yang khidmat, Ustadzah Nasiratun Nisa, S.H., hadir menyampaikan tausiyah bertema spiritual yang menyentuh hati dan menggugah kesadaran. Dengan mengangkat potongan ayat dari surat Ali ‘Imran ayat 133, beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak menunda-nunda dalam mengejar ampunan Allah.

“وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ“

Bersegeralah kalian menuju ampunan dari Tuhan kalian,” kutip Ustadzah Nasira membuka ceramahnya. Beliau menjelaskan bahwa kata “wasāriʿū” memiliki makna lebih dari sekadar bergerak cepat. Ia adalah perintah untuk berlomba, bersungguh-sungguh, dan tidak lalai dalam meraih keridhaan dan ampunan Allah Ta’ala.

Dalam konteks kehidupan mahasiswi, yang sibuk dengan tugas, kuliah, dan berbagai aktivitas organisasi, ayat ini hadir sebagai pengingat akan prioritas utama dalam hidup: mendekat kepada Allah. Menurut Ustadzah Nasira, kesibukan bukanlah alasan untuk menunda taubat atau ibadah. Justru di tengah aktivitas padat, nilai ibadah bisa menjadi lebih tinggi ketika dilakukan dengan ikhlas dan kesungguhan.

“Waktu tidak akan menunggu kita siap. Maka jangan tunda istighfar, jangan tunda shalat, jangan tunda taubat,” pesan beliau yang disambut anggukan setuju dari para peserta apel. Beliau juga menekankan bahwa kehidupan dunia adalah ladang amal, dan setiap detik yang berlalu tanpa kebaikan adalah kerugian yang nyata.

Selain itu, Ustadzah mengingatkan bahwa surga yang dijanjikan Allah tidak sempit; ia seluas langit dan bumi, disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Dan langkah awal untuk mencapainya adalah dengan meraih ampunan Allah melalui kesungguhan dalam memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, dan menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.

Kegiatan apel pagi ini bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi juga momen recharge spiritual bagi para mahasiswi. Banyak dari mereka yang mengaku termotivasi dan tersentuh untuk lebih serius memperbaiki amal ibadah serta meningkatkan kedisiplinan dalam beragama. Tausiyah ini menjadi bukti bahwa dakwah yang tepat sasaran dapat menggugah nurani dan memperkuat keimanan.

Apel pagi ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar kampus senantiasa diberi kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan. Kampus berharap kegiatan seperti ini terus rutin diadakan agar nilai-nilai Islam senantiasa menyinari perjalanan akademik dan kehidupan para mahasiswi.

Oleh: Qonita/MediaSTIS