Mahasiswa STIS: Kerja Bakti adalah Hiburan Kami

 


Stishid.ac.id – Ada yang berbeda dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah, baru-baru ini.

Selain disesuaikan dengan kedatangan bulan Ramadhan 1438 H, agenda UAS kali ini juga disela dengan kerja bakti massal mahasiswa. Yaitu terlibat langsung dalam lanjutan pengecoran lantai tiga bangunan masjid ar-Riyadh, Balikpapan.

Untuk diketahui, masjid ar-Riyadh yang terletak di bilangan kel. Teritip tersebut selama ini menjadi salah satu sentra pendidikan dan pengkaderan mahasiswa. Nyaris seluruh dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan shalat wajib berjamaah di masjid tersebut. Termasuk latihan ceramah dan pembekalan lainnya juga diadakan di masjid yang sedang direnovasi itu.

Uniknya, pengecoran yang melibatkan seluruh mahasiswa tersebut dilakukan dua kali secara berturut, sebelum dan sesudah UAS Genap. Pertama, pada pertengahan April lalu dan yang kedua, digelar kemarin, Kamis, (11/05).

Hebatnya lagi, dalam dua kali kerja bakti tersebut, seluruh mahasiswa lembur mengecor dari pagi hingga malam hari. Kerja mereka hanya diselingi oleh shalat wajib berjamaah dan makan saja.

“Alhamdulillah, ada kesadaran mahasiswa, kader sarjana dai itu harus siap berdakwah di semua aspek, termasuk kerja di lapangan,” jelas Harbin, Wakil Ketua (Waka) III bidang kemahasiswaan.

Lebih jauh, Pimpinan Umum Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad, menegaskan, kerja bakti dan etos kerja keras sudah menjadi tradisi baik yang ditanamkan oleh generasi awal terdahulu.

“Dakwah itu berkembang dan Islam itu ada karena kerja keras para ulama dahulu,” ucap KH. Abdurrahman, pada satu pengarahan umum, Jumat, 12/5/2017.

“Termasuk eksisnya kampus-kampus Hidayatullah di pelosok nusantara juga atas izin Allah dan buah etos kerja kerjas selama ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan Hidayatullah (LPPH) Balikpapan, Abdul Ghofar Hadi, memberi apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para mahasiswa.  Disebut Abdul Ghofar, kerja bakti di STIS adalah bagian dari mata kuliah layaknya materi pelajaran lainnya.

“Berbeda dengan kampus lainnya, di STIS, kerja bakti mata kuliah wajib diikuti bagi seluruh mahasiswa,” ucap Abdul Ghofar menjelaskan.

“Ia juga punya kriteria dan penilaian tersendiri juga,” sambungnya lagi.

Bagi mahasiswa, selain membantu menyelesaikan pekerjaan, kerja bakti juga menjadi wahana silaturahim dan hiburan usai berkutat dengan hafalan dan materi pelajaran yang menguras otak.

“Iya senang aja. Mengecor ini jadi hiburan buat kami,” terang Wahyudi, mahasiswa semester empat.

Menurut Wahyudi, selama prinsip menuntut ilmu selalu ada. Maka bekerja pun bisa jadi sarana belajar dan meraih ilmu di lapangan.

“Ilmu di lapangan itu beda dengan ilmu di kelas,” tutup Wahyudi tersenyum.*/ admin stis

Baca juga: Kerja Bakti sebagai Mata Kuliah di STIS

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp