‘Jangan Sepelekan Kebiasaan di Asrama’

Stishid-ac.id – Mengisi liburan pasca Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil, Badan Eksekutif Mahasiswi (BEM) STIS Hidayatullah Putri menyelenggarakan pembinaan karakter di kampus STIS Putri, Balikpapan, 24-25/12/2016.

Acara bertajuk “Excellent With Integral Character” dan diikuti oleh kurang dari 100 orang peserta. Hadir sebagai pemateri Samsul Bahri SE., Kepala Biro Parenting Sekolah Integral Terpadu (SIT) Hidayatullah Balikpapan.

Menurut Samsul, berbagai kebiasaan yang dilakukan oleh anak atau mahasiwa tak bisa disepelekan begitu saja. Sebab tanpa sadar ucapan atau perilaku sehari-hari itu akan membentuk satu kebiasaan sekaligus karakter.

“Karakter baik itu bukan bakat tapi sesuatu yang diulang dan dibiasakan. Makanya penting memperhatikan apa yang dilakukan sehari-hari itu,” ucap Samsul. “Termasuk membiasakan selalu berpikir positif. Sebab pikiran itulah yang selalu menggerakkan orang berbuat,” lanjutnya lagi.  

Disebutkan, pendidikan berbasis asrama atau pondok memiliki lebih banyak peluang dalam mendidik karakter yang baik pada diri seorang anak. Sebabnya, interaksi edukatif mereka lebih intens dibanding dengan anak lainnya.

Untuk itu, praktisi pendidikan karakter tersebut mengingatkan untuk berhati-hati dengan pikiran yang melintas. Karena apa yang dipikirkan itu biasanya akan terucap secara lisan. Ucapan lalu berwujud jadi perbuatan dan perbuatan yang diulang-ulang menjadi kebiasan yang berujung kepada sebuah karakter.

Meski digelar selama dua hari berturut secara penuh, dari jam 07.30-17.30, para mahasiswa rupanya tetap menikmati acara tersebut. Setidaknya itu diakui oleh Olin, mahasiswi semester akhir, yang merasa enjoy dengan acara tersebut.

“Selain dapat ilmu bermanfaat, acaranya juga menyenangkan. Ada games jadi tetap rileks selama acara,” aku Olin tersenyum.

Selanjutnya, acara ditutup dengan rangkaian  kegiatan muhasabah.  Sebuah renungan yang menyibak tentang besarnya amanah dan tanggung jawab pendidik atau pengasuh dalam melahirkan generasi yang shalih/shalihat. Seperti apa pola pembinaan dan pengasuhan anak atau generasi muda, maka seperti itulah wajah umat Muslim ke depan,

“Pelatihan ini adalah upaya nyata STIS dalam melahirkan para mujahid dakwah yang tangguh dan berkarakter,” ucap Maftuha, Pengurus STIS Hidayatullah Putri.*/ Admin STISHID

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp