Cara Mudah Bangun Shalat Lail

*Goresan Ramadhan Mr. G (3)
Tulisan ini di sadur dari Tausyiah Targhib Ramadhan Pimpinan Umum Hidayatullah pada tanggal 05 Juni 2016 M
=========================

 


Ada (sebagian) pengasuh asrama curhat, tugas kepengasuhan yang berat diantaranya membangunkan shalat lail (tahajjud). Bagaimana caranya?

Berikut tipsnya :

Pertama, meminta istianah atau pertolongan kepada Allah.

Hakekat iman itu ada  di semua diri manusia, sehingga harus yakin bahwa semua bisa diajak dalam kebaikan atau keimanan.

kedua, musyawarah bersama untuk membangun komitmen menuntut ilmu agar iman dan Islam kita bagus. Insyaallah semua akan mengeluarkan pendapat. komitmennya tidak boleh marah yang dibangunkan dan yang membangunkan, karena mau masuk Ramadhan tidak boleh marah-marah.

Sehingga perlu melatih kesabaran, kalau sudah sabar maka bisa menjadi pemimpin atau salah satu syarat pemimpin adalah sabar.

Sifat muruah adalah pencapaian setelah bisa bersabar dan bersyukur. Sebagaimana Shalahuddin al Ayyubi yang datang mengobati raja Richard padahal musuhnya. Sehingga banyak tentaranya tercengang.

Hasil komitmen harus ditulis untuk mengikat dan saling mengingatkan

Membangunkan anak sendiri atau keluarga di rumah juga harus ada komitmen. Ini juga harus diterapkan, meskipun tidak gampang, agar kondisi semua aman.

Untuk melatih diri, perlu ditulis komitmen besar besar dan diucapkan bersama sama.

Komitmen bersama tetangga untuk shalat lail, juga harus dilakukan.

Targhib ramadhan harus merata, untuk mengingatkan, baik secara bersama sama maupun infirodi.

Menyambut ramadhan dengan cara sederhana, mencukur rambut rambut yg panjang, menyiapkan baju baju terbaik, harum haruman, berhias, al quran.

Buatlah segagah gagahnya atau secantik cantiknya menyambut tamu ramadhan. Sebagaimana kalau ada tamu yang akan datang ke tempat kita maka pasti ada pembenahan, persiapan dan berdandan. Apalagi tamunya ini tamu bulan Ramadhan yang mulia dan memberikan kemuliaan.

Kebersihan rumah dan lingkungannya, dihiasi. Lingkungan masjid juga harus diperbaiki dan dibersihkan.

Membuat tulisan-tulisan menyambut ramadhan di rumah atau banyak tempat tempat strategis.

Surga juga setiap ramadhan senantiasa diperbaiki atau disempurnakan. Padahal surga itu sudah indah, diperindah lagi. Maka kita harus minta untuk bisa menjadi bagian dari yang mendapatkan anugerah surga.

Baca, tadaburi , tafakur, menggerakkan hati untuk ayat ayat surga. Sehingga semakin yakin,  bisa mempraktekkan dan meraihnya. Inilah yang akan membentuk peradaban.wallahu a’lam bis shawwab  – */Mr. G – (nama pena dari Abdul Ghofar Hadi, Dosen tetap pengampu mata kuliah Sejarah Peradaban Islam di STIS Hidayatullah Balikpapan)

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp