4 Orang Delegasi BEM STIS Hidayatullah Ikuti Muktamar Halaqoh BEM Se-Indonesia


STISHID — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah mengikuti 4 orang delegasinya untuk mengikuti Muktamar Halaqah BEM Pesantren se-Indonesia, 29 April – 1 Mei 2016.

Muktamar II diselenggarakan di Kampus Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo.

Acara tersebut dihadiri oleh 86 delegasi dari 32 kampus pesantren se-Indonesia.

Sebelumnya acara yang sama digelar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Lukmanul Hakim Surabaya.

Mengusung tema “Mahasiswa Santri Sebagai Ujung Tombak Peradaban Islam”, agenda muktamar diawali dengan seminar yang menghadirkan Dr. Adian Husaini.

Di hadapan peserta Muktamar, Adian mengingatkan tantangan pemikiran Islam ke depan yang menurutnya kian berat dihadapi.

“Mahasiswa harus menyadari pertarungan pemikiran ini. Tidak boleh inferior dengan budaya Barat, hanya untuk disebut gaul, trend, atau modern,” ucap Adian tegas.

Selanjutnya acara muktamar secara resmi dibuka oleh Rektor UNIDA Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A dan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal.

Dipesankan kepada mahasiswa dan santri, hendaknya mereka mengambil peran sebagai subyek perubahan dalam membangun peradaban Islam.

“Selain dibina, sejak awal mahasiswa santri juga harus ikut membina umat. Mengambil peran secara maksimal dan penuh semangat,” ungkap KH. Abdullah Sahal.

Hari kedua muktamar diisi dengan seminar bertajuk “Membangun Peradaban Islam” oleh Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A, M.Phil.

Untuk sidang pleno muktART, peserta muktamar juga bermufakat memilih pengurus baru untuk program kerja tahun 2016/2017 dengan Ketua Presidium Nasional terpilih, Tabarakal Roby Rintoko (UNIDA Gontor).

Sidang muktamar kedua kali ini juga menghasilkan sebelas rekomendasi.

Di antaranya adalah Halaqah BEM Pesantren se-Indonesia menolak paham yang bertentangan dengan al-Qur’an dan sunnah, menolak LGBT dan segala upaya kampanyenya, menolak paham Komunis, serta Islam bukanlah teroris dan teroris bukanlah Islam.

Sejumlah utusan BEM Pesantren tampak hadir dalam kegiatan muktamar.

Mulai dari Universitas Pesantren Darul Ulum Jombang, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Institut Agama Islam Darul Lughah Wad Dakwah Pasuruan, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Hijrah Martapura, Sekolah Tinggi Agama Islam Lukmanul Hakim Surabaya, Sekolah Tinggi Agama Islam al-Qudwah Depok, Sekolah Tinggi Ilmu Qur’an Isy Karima Solo, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Al-Hikmah Bogor dan Universitas Cordoba, NTT.

Untuk STIS Hidayatullah diwakili oleh Maulana Ishak, Abdur Rauf, Muhtadin dan M. Fuad Rifki. Empat nama tersebut tercatat sebagai mahasiswa semester VI Progam Studi (Prodi) Ahwal Syakhsiyyah. */Abdur Rauf, Sekjen BEM STIS Hidayatullah

Berita ini juga dapat dibaca melalui Android. Segera Update aplikasi STISHID untuk Android . Install/Update Aplikasi STISHID Android Anda Sekarang !

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp