Ketika STIS Hidayatullah Menyelenggarakan Ujian Semester Ganjil

STISHID – Suasana kampus STIS Hidayatullah terlihat agak sakral  dan makin sibuk sejak awal januari silam. Suasana yang terlihat di kampus putra maupun putri tidak seperti hari biasanya yang selalu ramai oleh aktifitas kreatif dan candaan para dosen dan mahasiswa selepas rehat mata pelajaran.

Kali ini, keramaian suasana kampus identik dengan diskusi para mahasiswa yang menyebar di sekitar kampus. Namun mereka tidak sedang melakukan kreatifitas seperti biasanya. Mereka sedang me-muroja’ah (mengulang) dan mendiskusikan pelajaran yang telah dipelajari.

Sedangkan di ruang kantor, para dosen sedang sibuk mempersiapkan berkas dan bahan sesuai dengan amanahnya masing-masing.

Itulah suasana kampus STIS Hidayatullah ketika menyelenggarakan Ujian Semester Gasal (ganjil). Aktifitas mahasiswa yang ramai me-muroja’ah (pelajaran) mencerminkan keseriusan dalam menghadapi ujian. Sedangkan dosen merupakan cerminanpara dosen yang diamanahi sebagai panitia pelaksana Ujian Semester Gasal.

Sesuai dengan kalender akademik,  Mulai tanggal 12 Januari 2015, seluruh mahasiswa STIS Hidayatullah  tengah menjalani Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal 2014/2015. UAS kali ini akan berlangsung sampai tanggal 24 Januari 2015.

Menurut Ahmad Rifa’I Lc, Wakil Ketua I Bidang Kademik, pada UAS kali ini semua materi yang pernah diberikan pada perkuliahan sebelumnya diuji kembali. “Hasil dari UAS ini akan menentukan keberhasilan proses pendidikan di STIS Hidayatullah. Ini bukan hanya keberhasilan para mahasiswa, tetapi juga keberhasilan para dosen sebagai tenaga pendidik, dan STIS Hidayatullah  sebagai lembaga pendidikan,” ujarnya.

Hasil ini pulalah yang akan dijadikan barometer bahan kajian untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan di STIS Hidayatullah, Tegasnya.

Dua Tahap Ujian

Waktu pelaksanaan UAS yang diselenggarakan STIS Hidayatullah lebih lama dibandingkan perguruan tinggi pada umumnya. Butuh waktu 2 pekan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pelajaran yang diujikan.

Perlu diketahui, proses UAS di STIS Hidayatullah dibagi dua tahap, sepekan adalah ujian praktek dan sepekan adalah ujian kelas (tulisan).

Menurut Abdul ghofar hadi, proses ujian yang penyelenggaraannya begitu lama merupakan wujud dari keseriusan kami (STIS Hidayatullah) dalam melahirkan alumni yang unggul dan berkualitas. Tidak hanya unggul pada tataran teori, tetapi juga dalam tataran aplikatif (praktek).

Ketika ditanya mengapa harus ada ujian praktek ?  Ayah dari dua anak ini mengatakan bahwa adanya ujian praktek dikarenakan sebagian besar mata kuliah yang diajarkan menuntut adanya praktikum. Terutama mata kuliah Tahfizhul qur’an, bahasa Arab dan fikih. Bahkan ibadah dan akhlak mahasiswa juga menjadi bahan penilaian praktik yang akan diselaraskan nilainya dengan mata kuliah terkait. */Ibnu Sahl/STISHID

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp