
stishid.ac.id— Apel pagi STIS Hidayatullah kembali menjadi momentum pembinaan karakter bagi seluruh mahasiswa. Pada kesempatan kali ini Senin 21 Muharram 1448 (6.7.2026), Ustadz Syarifuddin menyampaikan pesan inspiratif tentang jati diri mahasiswa dengan mengangkat perumpamaan mata uang sebagai gambaran nilai dan kualitas seorang penuntut ilmu.
Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa sebagaimana mata uang memiliki nilai yang diakui karena keaslian dan manfaatnya, demikian pula seorang mahasiswa akan dihargai bukan semata-mata karena statusnya, melainkan karena kualitas ilmu, akhlak, integritas, dan kontribusinya bagi umat.
Ia mengingatkan bahwa masa perkuliahan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan kapasitas diri. Mahasiswa tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus membangun karakter Qur’ani, kedisiplinan, serta semangat melayani masyarakat. Nilai seorang mahasiswa akan terus meningkat ketika ia terus belajar, menjaga amanah, dan memberikan manfaat di mana pun berada.
Apel pagi berlangsung dengan khidmat dan diikuti seluruh mahasiswa STIS Hidayatullah. Melalui pembinaan rutin ini, kampus terus berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki kepribadian Islami dan siap menjadi kader dakwah serta pemimpin masa depan. Semangat pembinaan karakter ini sejalan dengan visi STIS Hidayatullah dalam mencetak sumber daya manusia berkarakter Qur’ani dan berdaya saing.Kutipan Ustadz Syarifuddin (permisalan mata uang):
“Mahasiswa itu ibarat mata uang. Nilainya bukan ditentukan oleh bentuk luarnya, tetapi oleh kualitas dan keasliannya. Semakin berkualitas ilmu, akhlak, dan amanah yang dimiliki, semakin tinggi pula nilainya di hadapan manusia dan di sisi Allah.” Terangnya.
“Jangan menjadi seperti uang yang kehilangan nilainya. Jagalah integritas, teruslah belajar, dan jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi umat.”
Abana/Media STIS HIDAYATULLAH



