
stishid.ac.id- Semangat literasi kembali digaungkan di Aula STIS Hidayatullah Putri melalui kajian inspiratif yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Abdul Ghofar Hadi, M.Pd.I. pada Jumat (19/6). Mengangkat tema “Dari Strawberry Menjadi Diamond”, kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswi dengan antusias dan penuh perhatian.
Dalam pemaparannya, Ustadz Abdul Ghofar mengajak para mahasiswi untuk membangun karakter yang kuat, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman. Menurut beliau, salah satu fondasi utama dalam membentuk kualitas diri dan peradaban adalah budaya membaca. Kebiasaan membaca bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu berpikir kritis, bijaksana, dan berdaya saing.
“Jika kita tidak membaca maka kita akan dijajah oleh realita. Omong kosong jika kita berbicara tentang peradaban tetapi perintah pertama tidak dilakukan. Ingat, perintah pertama bukan perang, tetapi membaca,” tegas Ustadz Abdul Ghofar di hadapan para peserta, 19 Juni 2026
Pernyataan tersebut menjadi .pengingat bahwa kemajuan umat tidak dapat dilepaskan dari kedekatan dengan ilmu pengetahuan. Membaca bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan jalan untuk memahami kehidupan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui analogi “strawberry” dan “diamond”, beliau menjelaskan bahwa generasi muda tidak boleh tumbuh menjadi pribadi yang rapuh dan mudah menyerah saat menghadapi tekanan. Sebaliknya, mahasiswa harus berproses menjadi pribadi yang kokoh layaknya berlian, yang terbentuk melalui berbagai tekanan dan tempaan hingga menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.
“Diamond tidak terbentuk secara instan. Ia lahir melalui proses yang panjang dan tekanan yang besar. Begitu pula seorang penuntut ilmu. Kesuksesan hanya dapat diraih dengan kesungguhan, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar,” ungkap beliau.
Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para mahasiswi. Mereka tampak menyimak dengan saksama setiap pesan yang disampaikan, terutama mengenai pentingnya menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup seorang mahasiswa.
Salah satu peserta, Nur Aini, mahasiswi semester IV, mengaku termotivasi setelah mengikuti kajian tersebut. “Materi ini
menyadarkan saya bahwa membaca bukan hanya kebutuhan saat kuliah, tetapi bekal untuk menghadapi kehidupan. Saya jadi lebih semangat untuk memperbanyak membaca dan terus mengembangkan diri,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi di lingkungan STIS Hidayatullah Putri sekaligus memperkuat kesadaran bahwa ilmu merupakan kunci utama dalam membangun peradaban yang unggul dan bermartabat. Dengan semangat membaca dan belajar yang terus dipupuk, para mahasiswi diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi “diamond” yang tangguh, berakhlak, dan memberikan manfaat bagi umat serta bangsa.
Antria/STIS Hidayatullah Balikpapan



