
stishid.ac.id– Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Pusat bersama LBH Hidayatullah Kalimantan Timur menggelar kegiatan silaturahim dan penguatan kelembagaan di Kantor LBH Kaltim, Samarinda, Ahad, 28 Zulhijjah 1447 H (14/6/2026 M).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antar unsur Hidayatullah dalam membangun kader-kader hukum yang siap mengabdi kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus LBH Hidayatullah Kaltim, Dr. Abdul Majid selaku Pembina LBH Kaltim, pengurus Mushida Samarinda, unsur Pemuda Hidayatullah, serta perwakilan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) yang diwakili oleh Habibullah dan Faishal.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta berdiskusi mengenai penguatan kepengurusan LBH Hidayatullah Kaltim, pengembangan kaderisasi di bidang hukum, serta upaya mendorong alumni STIS Hidayatullah dan kader Hidayatullah agar semakin aktif hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan bantuan hukum.
Potensi Alumni STIS
Perwakilan LBH Hidayatullah Pusat, Syaefullah Hamid, menyampaikan bahwa peran kader hukum sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang terus berkembang.
“Kita ingin kader-kader Hidayatullah menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Ketika ada persoalan hukum, ada yang bisa memberi arahan, pendampingan, dan solusi yang baik.
Karena itu, kaderisasi dan penguatan organisasi perlu terus dilakukan agar manfaatnya semakin luas dirasakan umat,” ujarnya.
Menurutnya, alumni STIS Hidayatullah memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis dalam bidang hukum dan pelayanan masyarakat apabila terus dibina dan diberikan ruang pengabdian.
Penyatuan Langkah & Semangat
Sementara itu, Ketua LBH Hidayatullah Kaltim, Rizky Kurnia Sah, menegaskan bahwa sinergi antara LBH, kampus, dan organisasi kader merupakan langkah penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional sekaligus memiliki kepedulian sosial.
“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahim, tetapi juga upaya menyatukan langkah dan semangat. Kami berharap semakin banyak alumni STIS Hidayatullah dan kader Hidayatullah yang tertarik mendalami bidang hukum dan siap terjun membantu masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran kader hukum di tengah masyarakat merupakan bagian dari dakwah yang memberikan solusi nyata.
“Masyarakat membutuhkan orang-orang yang bisa mendengar, memahami, dan membantu mencarikan jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.
Semoga dari pertemuan ini lahir program-program yang mampu memperkuat peran kader hukum Hidayatullah di Kalimantan Timur dan daerah lainnya,” tambahnya.
Kegiatan silaturahim ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara LBH Hidayatullah Pusat, LBH Hidayatullah Kaltim, alumni STIS Hidayatullah, GMH, Pemuda Hidayatullah, dan Mushida dalam membangun pelayanan hukum yang lebih dekat dengan masyarakat.
Diharapkan langkah ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak kader hukum yang berintegritas, profesional, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan negara.* (Abana/Media STIS/@Uqreat)



