Dari Ruang Kelas ke Publikasi Ilmiah, Dosen Putri STIS Hidayatullah Perkuat Budaya Menulis

stishid.ac.id– Ilmu yang dimiliki seorang dosen tidak hanya hidup di ruang kelas. Ia juga dapat tumbuh melalui tulisan, dibagikan kepada khalayak yang lebih luas, dan menjadi sumbangsih bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Semangat inilah yang mewarnai pelaksanaan Workshop Penyusunan Jurnal Ilmiah bagi dosen putri Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan, Sabtu (10/10/2026), bertempat di Aula STIS Putri.

Kegiatan ini diisi oleh Ust. Kuat, S.H.I., M.E., selaku Wakil Ketua I STIS Hidayatullah Balikpapan. Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas akademik dosen, khususnya dalam menyusun karya ilmiah yang sistematis, berkualitas, dan berorientasi pada publikasi jurnal.

Dalam dunia perguruan tinggi, menulis karya ilmiah bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik. Lebih dari itu, menulis merupakan ikhtiar untuk mengembangkan gagasan, mendokumentasikan hasil kajian, serta menghadirkan pemikiran yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat tersebut menjadi penting bagi para dosen, termasuk di lingkungan perguruan tinggi Islam. Berbagai persoalan dalam bidang pendidikan, hukum Islam, dan kehidupan sosial membutuhkan kajian yang mendalam agar dapat melahirkan pemahaman serta solusi yang relevan dengan kebutuhan umat.

Dalam kegiatan ini, Ust. Kuat mengajak para dosen untuk memandang aktivitas menulis sebagai bagian dari tanggung jawab akademik sekaligus kesempatan untuk berbagi ilmu. Gagasan yang selama ini disampaikan dalam pembelajaran dapat dikembangkan menjadi tulisan yang lebih terstruktur sehingga manfaatnya tidak berhenti di ruang kelas.

“Jangan sampai ilmu yang kita miliki hanya berhenti di ruang kelas. Melalui tulisan ilmiah, gagasan dan hasil kajian kita dapat dibagikan, dikembangkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” demikian rumusan pesan yang dapat digunakan untuk menggambarkan semangat kegiatan ini, dengan penyesuaian terhadap pernyataan asli pemateri.

Workshop ini juga mendorong peserta untuk mengenal dan memanfaatkan berbagai perangkat pendukung penulisan ilmiah. Para dosen diminta menyiapkan laptop, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), bahan kitab rujukan, aplikasi manajemen referensi Zotero, akun AI, serta pemahaman mengenai struktur penulisan IMRAD.

IMRAD merupakan struktur penulisan artikel ilmiah yang terdiri atas Introduction (pendahuluan), Methods (metode), Results (hasil), dan Discussion (pembahasan). Struktur ini membantu penulis menyajikan gagasan dan hasil penelitian secara runtut sehingga pembaca dapat memahami persoalan yang dikaji, metode yang digunakan, serta temuan yang dihasilkan.

Sementara itu, Zotero dapat membantu penulis mengelola sumber referensi dan menyusun sitasi secara lebih teratur. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan seperti AI juga dapat mendukung proses penulisan, misalnya untuk mengembangkan kerangka tulisan atau memperbaiki bahasa, dengan tetap memperhatikan ketepatan informasi, verifikasi sumber, orisinalitas, dan etika akademik.

Melalui pengenalan berbagai perangkat tersebut, proses penyusunan jurnal diharapkan menjadi lebih terarah. Para dosen tidak hanya memahami pentingnya publikasi ilmiah, tetapi juga memiliki bekal awal untuk memulai proses penulisan secara bertahap. Bagi sebagian akademisi, menulis artikel ilmiah mungkin terasa menantang. Menentukan topik, merumuskan masalah, mencari referensi yang relevan, hingga menyusun pembahasan membutuhkan waktu dan ketekunan. Namun, proses tersebut dapat dijalani melalui latihan yang konsisten dan kemauan untuk terus belajar.

Workshop ini menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa kemampuan menulis tidak harus hadir sekaligus dalam bentuk yang sempurna. Sebuah artikel dapat dimulai dari persoalan sederhana yang dekat dengan bidang keilmuan, kemudian dikembangkan melalui kajian pustaka dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai pertemuan sehari, tetapi menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya menulis dan publikasi ilmiah di kalangan dosen putri STIS Hidayatullah Balikpapan. Pada akhirnya, kualitas perguruan tinggi tidak hanya tercermin dari proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dari gagasan dan pengetahuan yang berhasil dikembangkan oleh para dosennya. Tulisan ilmiah menjadi salah satu jalan untuk memperluas jangkauan ilmu, membuka ruang diskusi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sebab, di balik sebuah artikel ilmiah, ada waktu yang diluangkan, pemikiran yang dirangkai, dan kepedulian untuk membagikan pengetahuan. Barangkali tulisan itu tidak langsung mengubah keadaan, tetapi bisa menjadi satu langkah kecil yang membuka jalan bagi lahirnya pemahaman dan manfaat yang lebih besar bagi umat.

Antria/Media STIS Hidayatullah