Direktur LBH Hidayatullah Pusat Isi Kuliah Umum dan Talkshow di STIS Hidayatullah Balikpapan

stishid.ac.id– Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan menggelar kuliah umum dan talkshow bersama Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Pusat, Syaefullah Hamid, pada Sabtu, 27 Zulhijjah 1447 H bertepatan dengan 13 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di kampus STIS Hidayatullah Balikpapan tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan dosen dalam suasana yang penuh antusias dan semangat keilmuan.

Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika STIS Hidayatullah untuk mendapatkan wawasan langsung dari praktisi hukum nasional yang telah berpengalaman menangani berbagai persoalan hukum dan advokasi publik. Dalam kesempatan tersebut, Syaefullah Hamid membawakan materi mengenai peran hukum dalam menjaga keadilan, membangun peradaban, serta pentingnya integritas seorang muslim dalam menghadapi tantangan sosial di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengantar dari Ketua Yayasan Kampus Induk Ummul Quro, Ketua DPD Hidayatullah Balikpapan, dan Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, serta dihadiri langsung oleh Rais ‘Amm Hidayatullah, Ustadz Abdurrahman Muhammad, para Majelis Pembimbing, dan jajaran Pengurus Yayasan Kampus Induk Ummul Quro

Dalam pemaparannya, Syaefullah menekankan bahwa hukum tidak hanya dipahami sebagai seperangkat aturan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menghadirkan kemaslahatan dan melindungi kehormatan masyarakat.

“Seorang muslim tidak cukup hanya memahami hukum sebagai teori. Ia harus hadir sebagai pembela kebenaran, menjaga keadilan, dan berani meluruskan berbagai bentuk fitnah serta ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat. Hukum yang ditegakkan dengan integritas akan menjadi sarana menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” ujar Syaefullah Hamid.

Syaefullah Hamid dikenal sebagai salah satu advokat yang aktif dalam berbagai isu hukum nasional. Ia juga pernah terlibat dalam upaya pendampingan hukum terkait berbagai pemberitaan dan tuduhan yang dinilai mengandung fitnah terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Melalui sesi talkshow yang berlangsung interaktif, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdialog langsung mengenai tantangan dunia hukum, profesi advokat, serta peluang kontribusi generasi muda muslim dalam membangun sistem hukum yang berkeadilan.

Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur LBH Hidayatullah Pusat yang telah berbagi pengalaman dan inspirasi kepada para mahasiswa.

“Kehadiran Ustaz Syaefullah Hamid memberikan wawasan yang sangat berharga bagi mahasiswa kami. Pengalaman beliau di dunia advokasi menjadi inspirasi bahwa lulusan perguruan tinggi Islam harus mampu berkontribusi secara nyata dalam membela kebenaran, menegakkan keadilan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kuliah umum dan talkshow merupakan bagian dari komitmen STIS Hidayatullah Balikpapan dalam menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman guna memperkaya wawasan akademik mahasiswa.

Selain itu, Rizky Kurnia Sah juga turut merasa senang atas colaborasi dari berbagai elemen unit usaha dan pendidikan dalam kegiatan kuliah umum dan talkshow itu.,

“Alhamdulillah, Kuliah Umum dan Penyuluhan Hukum hasil kolaborasi Kampus Induk Ummul Quro, STIS Hidayatullah Balikpapan, DPD Hidayatullah Balikpapan, dan LBH Hidayatullah Kalimantan Timur berlangsung sukses dan diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi STIS, Pemuda Hidayatullah, Mushida Balikpapan, serta unsur amal usaha pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah.” Ujarnya

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab, penyerahan cendera mata, serta foto bersama antara narasumber, dosen, dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, STIS Hidayatullah Balikpapan berharap dapat terus menumbuhkan semangat intelektual, profesionalisme, dan keberanian moral di kalangan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Abana/Media STIS Hidayatullah Balikpapan