Mengawali Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah; Peluang Emas di 10 Hari Pertama

stishid.ac.id — Suasana kampus STIS Hidayatullah Balikpapan pagi ini, Senin (2/6/2025), terasa lebih khidmat dari biasanya. Dalam rangka menyambut datangnya bulan Dzulhijjah, Ustadzah Andi Irmayana, S.H. menyampaikan tausiyah inspiratif di hadapan seluruh mahasiswi dan para dosen dalam apel pagi yang berlangsung di halaman utama kampus.

Dalam tausiyahnya, Ustadzah Andi Irmayana menekankan pentingnya memaksimalkan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Menurutnya, hari-hari tersebut adalah waktu istimewa yang Allah SWT muliakan, bahkan lebih utama dari hari-hari lainnya dalam setahun. “Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah peluang emas. Kita dianjurkan memperbanyak amal, zikir, puasa Arafah, dan berkurban, agar hati kita semakin dekat kepada Allah,” tuturnya.

Ustadzah Andi Irmayana juga mengingatkan bahwa momentum ini harus dijadikan sebagai media muhasabah diri, memperbanyak amal sholeh, serta menumbuhkan kembali semangat spiritual dalam kehidupan sehari-hari. “Kita hidup bukan hanya untuk mengejar dunia, tetapi untuk mempersembahkan amal terbaik kita kepada Allah,” tambahnya.

Para mahasiswi tampak antusias menyimak setiap nasihat yang disampaikan. Beberapa di antara mereka bahkan mencatat poin-poin penting dari tausiyah untuk dijadikan pengingat pribadi. Dosen dan staf kampus turut mengapresiasi penyampaian yang lugas namun menyentuh hati, mengajak seluruh civitas akademika untuk lebih bersemangat menyambut hari-hari mulia ini.

“Ini bukan hanya soal ritual, tetapi juga soal bagaimana kita membentuk hati yang tunduk dan berserah kepada Allah. Maka jangan sia-siakan momen Dzulhijjah ini,” ujarnya menegaskan. Ia juga mendorong seluruh hadirin untuk melatih diri agar lebih taat dan disiplin dalam menjalankan ibadah.

Kegiatan apel pagi ini ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar kampus STIS Hidayatullah Balikpapan senantiasa diberkahi dan seluruh civitasnya diberikan kekuatan untuk terus meningkatkan ketakwaan. Semangat kebersamaan dan ruh ibadah yang kental terasa menjadi awal yang baik untuk menjalani bulan penuh rahmat ini.

Apel pagi kali ini bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi pengingat bahwa waktu-waktu istimewa harus diisi dengan kesungguhan hati dan amalan yang tulus. STIS Hidayatullah Balikpapan berharap, semangat Dzulhijjah akan terus menyala dalam jiwa seluruh mahasiswi dan tenaga pendidik sepanjang waktu.

Oleh: Qonita/MediaSTIS