Daurah Qur’an 30 Hari STIS Hidayatullah Balikpapan Resmi Dibuka: Rebut Kemuliaan Ramadhan dengan Ber-Qur’an

stishid.ac.id — Daurah Qur’an 30 Hari STIS Hidayatullah Balikpapan resmi dibuka pada 1 Ramadhan 1447 H/19 Februari 2026 dalam suasana khidmat dan penuh semangat menyambut bulan suci Ramadhan. Program ini menjadi momentum ruhiyah bagi mahasiswi untuk merebut kemuliaan Ramadhan dengan semakin dekat dan akrab bersama Al-Qur’an.

Kegiatan ini dimulai dari 10 hari sebelum Ramadhan dan 20 hari Ramadhan, diikuti oleh 122 mahasiswi dari berbagai semester. Mereka berkomitmen menjadikan Ramadhan sebagai bulan percepatan ibadah, khususnya dalam tilawah, tahsin, dan tahfizh Al-Qur’an.

Daurah Qur’an 30 Hari terbagi ke dalam tiga kelompok pembinaan. Pertama, halaqoh ziyadah, yaitu kelompok penambahan hafalan dengan target minimal enam juz selama Ramadhan. Target ini menjadi tantangan sekaligus motivasi untuk meningkatkan capaian hafalan secara signifikan.

Kedua, halaqoh mukammal dengan target dua juz, terdiri dari satu juz ziyadah dan satu juz setoran sekali duduk. Pola ini dirancang untuk melatih ketahanan hafalan sekaligus keberanian dalam menyetorkan hafalan secara utuh.

Ketiga, halaqoh tahsin yang difokuskan pada perbaikan bacaan Al-Qur’an. Kelompok ini menjadi ruang pembinaan intensif bagi mahasiswi agar bacaan semakin tartil, sesuai kaidah tajwid, dan indah dilantunkan.

Semua halaqoh dibina langsung oleh para dosen putri STIS Hidayatullah Balikpapan dengan jadwal bergilir.

Ketua panitia Daurah Qur’an, Ustadzah Rheyna Fathina, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan kampus yang senantiasa dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya. Ia berharap pelaksanaan tahun ini semakin tertata dan berdampak nyata terhadap capaian hafalan mahasiswi.“Daurah ini bukan sekadar program Ramadhan, tetapi bagian dari ikhtiar kampus untuk melahirkan mahasiswi yang dekat dengan Al-Qur’an. Kami berharap tahun ini lebih baik, lebih terukur, dan lebih berdampak pada peningkatan hafalan serta kualitas bacaan,” ujarnya.

Pelaksanaan daurah ini dilandasi oleh komitmen implementasi visi institusi dalam membentuk karakter Qur’ani sebagai fondasi utama pendidikan. Ramadhan dipandang sebagai momentum strategis untuk akselerasi pembinaan ruhiyah dan akademik secara seimbang. Selain itu, program ini juga menjadi wujud nyata bahwa masa libur perkuliahan bukan berarti berhentinya aktivitas produktif. Justru di bulan Ramadhan, mahasiswi diarahkan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bernilai ibadah dan peningkatan kapasitas diri.

Daurah Qur’an 30 Hari secara resmi dibuka oleh Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, Ustadz M. Rizky Kurnia Sah, S.H.I., M.E. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai bulan refleksi dan penguatan spiritual.“Ramadhan adalah bulan tarbiyah. Bulan di mana kita tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperkuat ruhiyah, menata ulang niat, dan memperbarui komitmen hidup bersama Al-Qur’an. Jadikan daurah ini sebagai momentum lompatan kualitas diri,” tegasnya

Ia juga mengingatkan agar mahasiswi tidak hanya fokus pada capaian angka hafalan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Menurutnya, Al-Qur’an harus tercermin dalam akhlak, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa mahasiswi harus menjadi pribadi yang produktif, aktif, dan visioner. “Kalian adalah calon pemimpin umat. Ramadhan ini harus melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki visi besar untuk masa depan,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan, lantunan ayat-ayat suci yang menggema di setiap sudut halaqoh menjadi saksi kesungguhan para mahasiswi. Di antara lembar-lembar mushaf yang dibuka setiap hari, terselip doa-doa dan harapan agar Ramadhan kali ini benar-benar menjadi titik balik menuju pribadi yang lebih Qur’ani. Sebab pada akhirnya, daurah ini bukan hanya tentang menambah hafalan, melainkan tentang menghadirkan Al-Qur’an dalam hati, pikiran, dan langkah kehidupan.

Qonita/MediaSTIS