Daurah Bahasa Arab; Menghidupkan Hati, Mencerahkan Akal

Mengisi hari-hari liburan semester dengan aktivitas bermakna, STIS Putri Hidayatullah Balikpapan kembali menghadirkan kegiatan edukatif bertajuk Daurah Bahasa Arab dengan tema “اللغة العربية: تُحيي القلوب وتُنير العقول” (Bahasa Arab: Menghidupkan Hati dan7 Mencerahkan Akal).

Sebagai institusi pendidikan tinggi keislaman, STIS Putri Hidayatullah Balikpapan memandang bahasa Arab sebagai fondasi utama dalam pengembangan keilmuan syariah dan tarbiyah. Bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai kunci memahami sumber-sumber primer Islam—Al-Qur’an, hadis, dan khazanah turats—yang menjadi basis kurikulum dan tradisi akademik STIS. Oleh karena itu, penguatan kompetensi bahasa Arab menjadi bagian integral dari visi STIS dalam melahirkan sarjana muslimah yang berilmu, berakhlak, dan mampu berkontribusi dalam dakwah serta pembangunan peradaban Islam.

Berangkat dari pandangan tersebut, Daurah Bahasa Arab diselenggarakan pada 24–26 Desember 2025, pukul 08.00–14.30 WITA, bertempat di Aula STIS Putri, dan diikuti oleh 130 mahasiswi STIS semester 2 hingga 8 dari Program Studi Hukum Keluarga (HK) dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kampus dalam menghadirkan liburan semester yang tetap produktif, bernilai akademik, dan sarat makna.

#Diikuti Ratusan Mahasiswi dari Berbagai Semester

Daurah Bahasa Arab ini menjadi ruang belajar bersama yang diikuti oleh mahasiswi lintas angkatan. Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama, tercermin dari keaktifan mereka dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran dan diskusi kelas.Hal ini menunjukkan besarnya minat mahasiswi dalam memperdalam bahasa Arab sebagai bahasa ilmu, dakwah, dan peradaban Islam. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi kebahasaan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap keindahan, makna, dan ruh bahasa Arab.

#Pembelajaran Intensif Bersama Asatidzah Kompeten

Proses pembelajaran dibagi ke dalam dua kelas. Kelas A dibimbing oleh Ustadzah Iffah Zakia, S.Pd., sementara Kelas B diasuh oleh Ustadzah Nur Saidah. Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif, dipadukan dengan latihan, dialog, serta pemahaman konteks penggunaan bahasa dalam keseharian.

Pada hari ketiga, daurah ditutup dengan sesi istimewa bersama native speaker, Ustadz Muzhirul Haq, Lc., yang memberikan pengalaman berbahasa Arab secara langsung dan kontekstual, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.

# Peserta Merasakan Manfaat Nyata

Kegiatan ini meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Salah satu mahasiswi, Diana Wati, mengungkapkan pengalamannya,“Awalnya bahasa Arab terasa sulit, tapi setelah mengikuti daurah ini jadi lebih seru dan mudah dipahami.”

Kesan tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan mampu mengubah persepsi peserta terhadap bahasa Arab menjadi lebih menyenangkan, ringan, dan aplikatif.

#Semangat Panitia Menghadirkan Program Berkualitas

Ketua Panitia Daurah Bahasa Arab, Mutiara Hikmah Fajar, yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Lughah DEMA STIS Putri periode 2025–2026, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi panitia dalam mengelola program kebahasaan.“Karena ini kegiatan pertama yang kami selenggarakan, dengan bermodalkan pengalaman yang masih sedikit, kami menghadapi berbagai hambatan. Namun hal tersebut tidak menurunkan semangat kami untuk terus berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi seluruh mahasiswi,” ujarnya.

Daurah Bahasa Arab ini pun menjadi penutup tahun yang bermakna, membekali mahasiswi dengan ilmu baru, pengalaman belajar yang berkesan, serta semangat untuk terus mendalami bahasa Arab sebagai sarana memahami ilmu, agama, dan peradaban Islam di tahun-tahun mendatang.

Qonita/MediaSTIS