
stishid.ac.id – Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan kembali melangkah aktif dalam upaya meningkatkan wawasan praktis di bidang hukum keluarga. Pada Senin, 16 Juni 2025, sebanyak 27 mahasiswi semester 6 Program Studi Hukum Keluarga mengikuti kegiatan kuliah lapangan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Problematika Hukum Keluarga Kontemporer yang diampu oleh Ustadzah Ummi Salami, S.H.I., M.H. Tujuannya adalah agar mahasiswi tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga melihat langsung realita sosial yang berkaitan dengan dinamika hukum keluarga di lapangan.
Dalam sambutannya, Ustadzah Ummi menekankan “kegiatan ini merupakan kesempatan berharga untuk memahami secara langsung berbagai persoalan aktual yang dihadapi lembaga pemerintah dalam perlindungan perempuan dan anak. Ia berharap para mahasiswi dapat belajar banyak dan mengambil peran sebagai agen perubahan yang berlandaskan pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan”.
#Paparan Langsung dari Praktisi Lembaga DP3AKB
Setibanya di kantor DP3AKB Balikpapan, rombongan disambut hangat oleh jajaran pejabat dan staf dinas. Materi pembuka disampaikan langsung oleh Ibu Sekretaris, yang akrab disapa Ibu Eni. Ia menjelaskan peran dan fungsi DP3AKB sebagai garda terdepan dalam menangani isu-isu perempuan dan anak, serta pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menyelesaikan problematika hukum keluarga.
Selanjutnya, masing-masing bidang di dinas tersebut turut menyampaikan materi secara bergantian. Salah satunya adalah dari Bidang Perlindungan Anak (PA), yang memaparkan data dan tantangan terkini terkait kasus kekerasan terhadap anak, pola pengasuhan, serta pentingnya peran orang tua dalam era digital yang penuh informasi masif dan tak terfilter.
Materi yang disampaikan membuka cakrawala berpikir para mahasiswi. Mereka diperkenalkan dengan berbagai program dan strategi pemerintah daerah dalam menanggulangi permasalahan keluarga, termasuk kebijakan yang berbasis pada data dan pendekatan sosial yang humanis. Antusiasme mahasiswi terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi berlangsung.
#Antusiasme Mahasiswi dan Refleksi Akademik
Kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi menjadi ruang dialog dan pembelajaran yang intens. Mahasiswi menunjukkan minat tinggi, terutama dalam memahami bagaimana kebijakan hukum keluarga diimplementasikan dalam kondisi sosial nyata. Beberapa mahasiswi bahkan mencatat inspirasi topik penelitian akhir mereka dari pemaparan pihak dinas.
Salah satu peserta, Siti Mardiah, menyampaikan “kunjungan ini sangat membantunya memahami aspek praktis yang tidak selalu ditemukan di buku teks. Ia merasa bahwa paparan langsung dari praktisi memberikan perspektif baru tentang betapa kompleks dan luasnya persoalan hukum keluarga kontemporer”.
Dalam sesi penutupan, pihak DP3AKB menyampaikan apresiasi kepada STIS Hidayatullah Balikpapan atas inisiatif kolaboratif ini. Mereka menyatakan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga pemerintah sangat dibutuhkan guna mencetak generasi yang tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki empati dan kepekaan sosial tinggi.
#Nilai-Nilai Keadilan dan Kemanusiaan sebagai Landasan
Ustadzah Ummi Salami kembali menegaskan “bahwa bekal ilmu dan pengalaman dari kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi mahasiswi dalam menapaki dunia profesional. Ia mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam setiap proses penyelesaian konflik keluarga, sesuai dengan prinsip syariah Islam”.
Ia juga menyampaikan harapannya agar para mahasiswi tidak berhenti pada tataran memahami, tetapi mampu mengadvokasi dan menjadi agen perubahan di masyarakat. Menurutnya, keberadaan alumni STIS di berbagai lini pengabdian masyarakat adalah manifestasi nyata dari visi perguruan tinggi untuk melahirkan ulama intelektual dan intelektual ulama.
Kegiatan ini menambah deretan program pembelajaran berbasis pengalaman lapangan yang rutin diselenggarakan oleh Prodi Hukum Keluarga. Dengan terus mengintegrasikan pendekatan teoritis dan praktis, diharapkan lulusan STIS Hidayatullah Balikpapan mampu tampil unggul dan relevan dalam menjawab tantangan zaman.
#Penutup: Sinergi Kampus dan Lembaga Sosial
Kuliah lapangan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat komitmen kampus dalam menjalin kemitraan strategis dengan instansi pemerintah daerah. Kolaborasi ini akan terus dikembangkan agar kegiatan serupa dapat mencakup lebih banyak topik dan wilayah kerja hukum syariah lainnya.
Dengan bekal pemahaman yang lebih luas, para mahasiswi kini memiliki gambaran yang lebih jelas tentang realitas sosial yang akan mereka hadapi di masa depan. Terlebih, mereka telah melihat langsung bagaimana lembaga seperti DP3AKB menjalankan tugas-tugasnya dengan dedikasi tinggi dalam memberdayakan perempuan dan melindungi anak.
Semoga kegiatan ini menjadi pijakan awal yang menginspirasi langkah-langkah besar berikutnya. STIS Hidayatullah Balikpapan terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang berilmu, berintegritas, dan siap mengabdi untuk kemaslahatan umat.
Oleh: Qoonita/MediaSTIS



