Membangun Jiwa Pengabdian, Kesiapan Skill, dan Ukhuwah melalui Praktik Kuliah Dakwah

stishid.ac.id— Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Peserta Praktik Kuliah Dakwah yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal di Aula STIS Hidayatullah Putri pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk menyampaikan hasil pengabdian, pengalaman lapangan, serta refleksi perjalanan dakwah yang telah dijalankan selama masa praktik sejak 16 Februari hingga 30 April 2026.

Kegiatan ini juga memberikan gambaran nyata bagi mahasiswi PKD tahun berikutnya mengenai realitas lapangan dan praktik kerja dakwah yang akan dihadapi. Melalui pemaparan pengalaman langsung dari peserta, para mahasiswi dapat memahami berbagai tantangan, tanggung jawab, serta dinamika tugas selama menjalankan pengabdian di lokasi PKD.

Ustadzah Ummi Kalsum Tono, S.H., M.H. selaku Ketua Panitia Pelaksana PKD Tahun 2026 menyampaikan bahwa kegiatan LPJ bukan hanya sekadar penyampaian laporan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama bagi seluruh mahasiswi agar lebih siap menghadapi medan dakwah dan pengabdian di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan gambaran nyata kepada mahasiswi PKD berikutnya tentang bagaimana realitas kerja dakwah di lapangan. Setiap tempat memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda, sehingga para mahasiswi perlu menyiapkan diri dengan ilmu, adab, mental, dan berbagai keterampilan pendukung,” ujar beliau.

Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh dosen pembimbing, sivitas akademika, serta para mahasiswi peserta Praktik Kuliah Dakwah. Dalam penyampaian laporan, para peserta memaparkan berbagai program yang telah terlaksana di lokasi pengabdian, mulai dari pembinaan keislaman, kegiatan pendidikan masyarakat, hingga penguatan nilai-nilai dakwah di lingkungan binaan.

Tidak sekadar menjadi forum evaluasi, kegiatan ini dilanjutkan dengan agenda halal bihalal yang bertujuan mempererat ukhuwah antar mahasiswi serta seluruh civitas akademika. Suasana kebersamaan dan saling memaafkan menjadi pengingat bahwa dakwah tidak hanya dibangun melalui program dan aktivitas lapangan, tetapi juga melalui hubungan yang harmonis dan hati yang saling menguatkan.

Sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan, para peserta PKD turut menyerahkan kenang-kenangan kepada seluruh dosen serta para pengasuh asrama yang selama ini membersamai, membimbing, dan memberikan dukungan selama proses perkuliahan maupun kegiatan praktik dakwah berlangsung.

Penyerahan tersebut menjadi simbol terima kasih atas nasihat, perhatian, dan pendidikan yang telah diberikan kepada para mahasiswi.

Para peserta mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama menjalani praktik lapangan. Mereka belajar menghadapi masyarakat secara langsung, memahami tantangan dakwah, serta mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan di tengah lingkungan yang beragam.

Salah satu peserta PKD semester 6 Program Studi Hukum Keluarga yang mendapat penempatan di Kampus Utama Samarinda menyampaikan bahwa pengalaman selama praktik membuatnya memahami pentingnya kesiapan diri dalam berbagai bidang.

Menurutnya, peserta PKD selanjutnya perlu memiliki banyak kemampuan dan keterampilan karena tugas di lokasi pengabdian sangat beragam, mulai dari administrasi, kegiatan dakwah, pelayanan masyarakat, hingga keterlibatan dalam berbagai agenda lembaga.

“Kami belajar bahwa di lapangan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Peserta PKD harus siap beradaptasi dan memiliki berbagai skill karena tugas yang diberikan sangat bervariasi dan membutuhkan kesiapan dalam banyak hal,” ungkapnya.

Melalui kegiatan LPJ dan halal bihalal ini, diharapkan semangat pengabdian dan nilai-nilai dakwah terus tumbuh dalam diri mahasiswi, sehingga mampu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap hadir memberi manfaat di tengah masyarakat.

Dengan berakhirnya rangkaian Praktik Kuliah Dakwah, para peserta membawa pulang bukan hanya laporan kegiatan, melainkan juga pengalaman, pelajaran hidup, serta kenangan kebersamaan yang akan menjadi bekal dalam perjalanan dakwah dan pengabdian di masa mendatang.

Antria/Media STIS Hidayatullah