
stishid.ac.id— Suasana hangat dan penuh ketenangan tampak menyelimuti teras kampus STIS Hidayatullah Balikpapan saat kegiatan halaqah perdana mahasiswi resmi dimulai. Sejumlah mahasiswi duduk melingkar sambil membawa mushaf Al-Qur’an, mengawali aktivitas pembinaan dengan murajaah dan kebersamaan dalam nuansa islami.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal pembinaan mahasiswi dalam menempuh perjalanan akademik di STIS Hidayatullah Balikpapan. Tidak hanya berfokus pada penguatan ilmu pengetahuan, halaqah juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, adab, serta kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.
Penanggung jawab tahfidz STIS Hidayatullah Balikpapan, Ustadzah Rheyna Fathinah Salsabila, menyampaikan bahwa halaqah menjadi langkah awal untuk menghadirkan keberkahan dalam proses menuntut ilmu.
“Mengawali langkah keberkahan, awali hari-hari perkuliahan dengan Al-Qur’an karena di sinilah kekuatan dan keberkahan bermula,” ujarnya, Selasa 18 Dzulqa’dah 1447 (5/5/2026) di beranda kampus STIS Hidayatullah putri.
Di tengah suasana sederhana di teras kampus, para mahasiswi tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Halaqah menjadi wadah untuk mencapai target hafalan Al-Qur’an, mempererat ukhuwah antara dosen dan mahasiswi, serta membangun semangat ber-Qur’an dalam lingkungan kampus yang mendukung pembinaan karakter muslimah.
Salah satu mahasiswi semester 4 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Miftahussa’idah, mengungkapkan bahwa kegiatan halaqah memberikan manfaat besar dalam menjaga hafalan yang telah dimiliki para mahasiswi.
“Halaqah ini sangat penting untuk menjaga konsistensi dalam monitoring hafalan yang sudah dimiliki,” tuturnya.
Melalui kegiatan halaqah perdana ini, STIS Hidayatullah Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang terintegrasi antara akademik dan nilai-nilai keislaman. Pembinaan rutin seperti halaqah diharapkan mampu membentuk generasi mahasiswi yang berilmu, berkarakter Qur’ani, serta siap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Bagi para mahasiswi, halaqah perdana bukan sekadar agenda pembuka semester, melainkan awal perjalanan untuk belajar, bertumbuh, dan semakin dekat dengan Al-Qur’an dalam lingkungan yang penuh keberkahan.
Antria/Media STIS



