
stishid.ac.id – Rapat Pra Rapat Kerja STIS Hidayatullah menjadi momentum penting untuk meluruskan arah, menyamakan visi, dan menata kembali cara pandang dalam menyusun serta mengeksekusi program kerja. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis-Jumat, 28-29 Januari 2026, bertempat di Aula STIS Hidayatullah, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan agenda utama arahan kebijakan program kerja dan anggaran tahun 2026 yang disampaikan oleh Ketua STIS Hidayatullah, M. Rizky Kurnia Sah, S.H.I., M.E.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya strategis STIS Hidayatullah dalam menata arah kebijakan, menyamakan visi kelembagaan, serta memastikan keterpaduan antara perencanaan program kerja dan penganggaran tahun 2026. Peningkatan mutu perguruan tinggi, baik pada aspek akademik, pembinaan, tata kelola, maupun dampak kelembagaan, dipandang perlu diawali dengan perencanaan yang terarah, terukur, dan berbasis evaluasi yang jujur. Oleh karena itu, Rapat Pra Raker menjadi forum konsolidasi awal untuk memastikan bahwa setiap program kerja yang disusun oleh unit-unit di lingkungan STIS Hidayatullah berfungsi sebagai instrumen pencapaian Panca Dharma Perguruan Tinggi secara utuh, bukan sekadar aktivitas administratif tahunan.
Dalam arahannya, Ketua STIS menegaskan bahwa setiap organ (pengelola) dalam (sebuah) lembaga setidaknya harus memiliki tiga fungsi utama, yakni ambisi (obsesi), tugas, dan dampak. Ketika mindset keliru, maka langkah yang diambil pun menjadi salah. Akibatnya, seseorang terlihat bekerja keras, namun lelah yang dirasakan tidak berbanding lurus dengan dampak yang dihasilkan. Oleh karena itu, seluruh civitas akademika diingatkan bahwa kerja kelembagaan sejatinya adalah bagian dari kinerja kekhalifahan atau supra struktural, bukan sekadar rutinitas administratif. Program kerja apapun jabatan yang diemban harus disusun untuk mengejar fungsi instrumental sebagai alat menuju tujuan fundamental, bukan berhenti pada aktivitas teknis semata.
Ketua STIS juga menekankan bahwa ukuran keberhasilan karier, termasuk dalam dunia kedosenan hingga mencapai jenjang profesor, terletak pada kemampuan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Namun demikian, yang lebih penting adalah keberanian untuk menggeser pola kerja dari yang semula bersifat instrumental menuju kerja yang fundamental. Jika dalam proses evaluasi ditemukan ketidaksesuaian antara program dan tujuan, maka program tersebut harus diubah. Tanpa evaluasi yang jujur, program kerja hanya akan menjadi setoran laporan tanpa makna.
Rapat Pra Raker ini menegaskan kembali bahwa program kerja bukan sekadar aktivitas tahunan, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan mutu, menjaga nilai, dan menggerakkan seluruh elemen STIS Hidayatullah menuju visi besar sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter syariah, dan berdampak nyata bagi umat.



