
stishid.ac.id – Rapat Koordinasi Nasional Perguruan Tinggi Hidayatullah (Rakornas PTH) diselenggarakan di STIE Hidayatullah Depok, Jawa Barat pada Kamis (15/1/2026) menjadi momentum strategis dalam penguatan tata kelola dan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Perguruan Tinggi Hidayatullah. Kegiatan ini dipandang sebagai langkah awal standarisasi mutu berbasis sistematika wahyu serta penguatan sistem pengkaderan perguruan tinggi.
Rakornas PTH memiliki urgensi strategis bagi perguruan tinggi dan organisasi Hidayatullah karena menjadi forum penyelarasan visi, kebijakan, dan program antar-PT agar pengelolaan akademik, penjaminan mutu, dan pengembangan SDM berjalan seragam dan berkelanjutan; melalui rakor, PT memperoleh arah bersama dalam peningkatan mutu tridarma, akreditasi, dan tata kelola, sementara bagi organisasi Hidayatullah, rakor memastikan peran perguruan tinggi sebagai pilar kaderisasi, dakwah, dan penguatan keulamaan-kezuamaan terintegrasi secara nasional, efektif, dan berdampak nyata bagi umat dan bangsa.
Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, M. Rizky Kurnia Sah, S.H.I., M.E. menegaskan bahwa Rakornas PTH 2026 memiliki peran penting dalam meneguhkan fungsi perguruan tinggi sebagai pusat kaderisasi. Menurutnya, perguruan tinggi Hidayatullah tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai wahana pembentukan kader yang berkarakter, berkompetensi, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai perjuangan Islam.
“Rakornas ini menjadi langkah awal dalam standarisasi mutu berbasis sistematika wahyu dan penguatan sistem pengkaderan, sekaligus mempertegas komitmen pencapaian Key Performance Indicator (KPI) Perguruan Tinggi Hidayatullah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan strategis ini merupakan forum konsolidasi nasional yang sangat penting untuk menyatukan arah kebijakan dan langkah strategis pengembangan perguruan tinggi Hidayatullah ke depan. Melalui forum ini, seluruh pimpinan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesepahaman yang sama dalam pelaksanaan standar mutu, tata kelola kelembagaan, serta sistem pengkaderan yang berkelanjutan.
“Perguruan tinggi Hidayatullah harus dikelola secara profesional dan terstandar, namun tetap berpijak pada nilai-nilai wahyu. Karena itu, komitmen bersama hasil Rakornas harus ditindaklanjuti secara nyata di masing-masing kampus,” tegas Rizky.
Rizky berharap bahwa rekomendasi dan keputusan strategis yang sudah dihasilkan memberikan dampak langsung pada peningkatan mutu akademik, penguatan kaderisasi, serta kontribusi nyata perguruan tinggi Hidayatullah bagi umat dan bangsa.
Untuk diketahui, Rakornas PTH 2026 diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah. Forum ini disebut sebagai ruang konsolidasi tata kelola, penguatan mutu akademik, pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta penyelarasan program kerja Dikti Litbang dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing kampus.
Rakornas ini mengusung tema “Konsolidasi PTH dan Akselerasi Mutu: Laporan Kinerja, Standardisasi Sistem, dan Kolaborasi Global”.
Agenda Rakornas diikuti 9 Kampus, terdiri dari STAI Luqman Al Hakim Surabaya, STIS Hidayatullah Balikpapan, STIE Hidayatullah Depok, STT STIKMA Internasional, Institut Hidayatullah Batam, Institut Agama Islam Abdullah Said (IAIA), STIT Mumtaz Karimun, STIS Samarinda, STIQ Ash Shiddiq Medan, hingga STIT Al Bayan Makassar.



