Daurah Ilmiah Matrikulasi 2025: Bangun Fondasi Keilmuan Sejak Awal Perkuliahan

stishid.ac.id — Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah Balikpapan kembali menggelar Kegiatan Daurah Ilmiah Program Matrikulasi Tahun Akademik 2025–2026. Salah satu agenda utamanya adalah Daurah Tahsin Al-Qur’an Metode LPQ yang diselenggarakan selama dua hari, pada 18–19 Oktober 2025.

Pembekalan Tahsin untuk Mahasiswi Baru

Kegiatan yang diikuti oleh 27 orang mahasiswi baru ini menghadirkan narasumber Ustadzah Dhiyaan Musaddad, seorang pengajar Al-Qur’an berpengalaman yang telah lama mendampingi pembinaan tahsin di lingkungan Hidayatullah.

Daurah ini menjadi ajang pembekalan awal bagi mahasiswa baru agar memahami standar bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar, sesuai kaidah tajwid dan makhraj huruf yang tepat.

Menurut panitia pelaksana, kegiatan tahsin ini merupakan bagian dari rangkaian Daurah Ilmiah yang menjadi agenda rutin dalam program matrikulasi STIS Hidayatullah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh mahasiswi baru memiliki pondasi keilmuan yang kuat, khususnya dalam interaksi mereka dengan Al-Qur’an.

Tujuan dan Harapan Kegiatan

Tujuan utama dari pelaksanaan daurah ini adalah agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mahasiswi baru dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai standar tahsin yang benar. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an sejak awal masa perkuliahan.

“Kami ingin para mahasiswi baru memulai langkah akademik mereka dengan niat yang lurus dan hubungan yang dekat dengan Al-Qur’an,” ungkap Ustadzah Sitti Masitha Masykur, Lc., M.E, selaku penanggung jawab program matrikulasi putri STIS Hidayatullah Balikpapan.

“Karena keberkahan ilmu akan tumbuh ketika seseorang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber inspirasi dalam setiap amalnya.” tambahnya.

Suasana Khidmat dan Antusias Peserta

Selama dua hari pelaksanaan, suasana daurah berlangsung lancar, tertib, dan khidmat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dipandu langsung oleh pemateri. Mereka aktif mempraktikkan makharijul huruf dan sifat-sifat huruf dengan bimbingan dan koreksi langsung dari Ustadzah Dhiyaan.

Latihan demi latihan dilakukan dengan penuh kesungguhan. Beberapa mahasiswi mengaku baru kali ini mereka memahami dengan detail bagaimana perbedaan pengucapan antara huruf-huruf serupa seperti “ṣād” dan “sīn” atau “qāf” dan “kāf”.

Hal ini menjadi pengalaman baru yang sangat berkesan bagi mereka.

Metode Pembelajaran yang Interaktif

Sesi tahsin tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi disusun dengan metode LPQ (Lembaga Pendidikan Qur’an) yang menekankan pembelajaran partisipatif dan korektif. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil agar setiap individu mendapatkan kesempatan langsung untuk membaca dan diperbaiki oleh pemateri.

Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta dalam waktu singkat. Banyak mahasiswi yang awalnya ragu dalam melafalkan huruf tertentu, kini mulai percaya diri setelah mendapatkan bimbingan intensif selama dauroh berlangsung.

Menumbuhkan Kecintaan terhadap Al-Qur’an

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an dalam diri setiap mahasiswi. Melalui tahsin, para peserta belajar bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya tentang melafalkan huruf dengan benar, tetapi juga tentang adab, ketenangan hati, dan kedekatan spiritual dengan kalamullah.

Dalam penutupan kegiatan, Ustadzah Sitti Masitha kembali menegaskan pentingnya menjaga semangat belajar Al-Qur’an di tengah kesibukan akademik. “Tahsin bukan sekadar pelatihan teknis membaca, tetapi sebuah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kami berharap semangat ini terus hidup di hati mahasiswi sepanjang masa studi mereka,” ujarnya.

Bekal Spiritual di Awal Perkuliahan

Daurah Tahsin ini menjadi langkah awal yang sangat bermakna bagi para mahasiswi baru STIS Hidayatullah Balikpapan. Selain memperbaiki bacaan Al-Qur’an, kegiatan ini juga memperkuat ikatan ukhuwah di antara peserta, menumbuhkan suasana belajar yang positif, serta memperkokoh nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas kampus.

Sofiah, salah satu peserta mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Saya jadi tahu banyak kesalahan kecil dalam bacaan saya yang sebelumnya tidak saya sadari. Sekarang saya jadi lebih semangat untuk belajar dan memperbaiki bacaan setiap hari,” ungkapnya penuh antusias.

Penutup yang Menginspirasi

Dengan berakhirnya kegiatan Daurah Tahsin ini, rangkaian Daurah Ilmiah Program Matrikulasi 2025–2026 resmi memasuki tahap lanjutan yang akan berfokus pada penguatan dasar-dasar ilmu syariah dan bahasa Arab.

Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. Semangat dan antusias para mahasiswi menjadi bukti bahwa tradisi pembinaan keilmuan dan spiritual di STIS Hidayatullah Balikpapan terus hidup dan tumbuh.

Semoga semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an dan memperbaiki bacaan senantiasa terjaga di hati para penuntut ilmu, menjadi cahaya yang membimbing langkah mereka dalam menapaki jalan dakwah dan peradaban Islam.

🎀By: Qonita/MediaSTIS