Semai Cinta dalam Pernikahanmu

Memilih-Pasangan-Hidup-Menurut-Islam_00

STISHID — Ujian dalam pernikahan bagi suami istri adalah sebuah keniscayaan. Setiap orang yang memasuki gerbang pernikahan, harus siap dengan segala konsekwensi yang ada di dalamnya.

Pernikahan memang penuh kejutan, karena banyak hal yang tidak pernah terbayangkan bagi mereka yang tidak pernah mempersiapkan diri tentang makna pernikahan. Kesiapan fisik dan mental dan keilmuan tentang agama sangat menentukan seberapa sanggup menghadapi ujian pernikahan. Jika tidak, bayang-bayang perceraian siap mengintai bagi siapa pun yang tidak kuat menghadapi ujian ini.

Rupanya kesiapan inilah yang mungkin tidak direncanakan oleh sebagian besar pemuda/pemudi dan masyarakat di negeri ini. Hingga kasus perceraian yang terjadi di negeri ini begitu besar.

Kementerian Agama RI pada tahun 2013 melansir data perceraian di Indonesia. Menurut data yang dibacakan oleh Kepala Subdit Kepenghuluan, Anwar Saadi , angka perceraian dalam tahun itu sekitar 350.000 kasus. Berarti dalam satu hari rata-rata terjadi 959 kasus perceraian, atau 40 perceraian setiap jam. Luar biasa fantastis. Di Indonesia terjadi 40 kasus perceraian setiap jamnya. Hampir seribu kasus perceraian setiap harinya.

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Kemenag Muharram Marzuki sebagaimana dikutip portal online republika.co.id tertanggal 08 Januari 2016 mengatakan Litbang Kemenag telah melakukan penelitian kepada 105 KUA di 33 provinsi di Indonesia. Dari dua juta pasangan yang telah menikah, sebanyak 15 persen di antaranya memutuskan untuk bercerai.

Yang menarik, lanjutnya, menjelaskan, sebanyak 70 persen merupakan kasus gugat cerai yang dilakukan istri.

Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan masyarakat Indonesia agar tidak menjadikan pernikahan sebuah permainan dan menghindari perceraian ?

Salah satu hal penting yang harus diseriusi dan diperhatikan agar tali pernikahan pasangan suami istri tidak mudah konflik yaitu dengan menyemai cinta dalam hubungan pernikahan. Ya, cinta inilah yang harus dimiliki oleh sebuah keluarga. Sebab ia merupakan pondasi sebuah bangunan rumah tangga, tanpa cinta sebuah keluarga akan berantakan, anak tidak terurus dan terjadi perceraian.

Setidaknya ada empat poin mendasar agar cinta dalam sebuah rumah tangga tetap bersemi. Pertama, adalah yakin bahwa pasangan yang ada disisi anda merupakan jodoh yang telah Allah tetapkan sejak anda dalam kandungan sang ibu. Sebab semua mengenai takdir kita telah ditetapkan-Nya saat kita masih janin.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud r.a., dikabarkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya proses penciptaan setiap orang dari kalian berada di perut ibunya selama 40 hari berupa segumpal air mani. Selanjutnya ia berubah menjadi segumpal darah dalam masa yang sama. Kemudian ia berubah menjadi segumpal daging dalam masa yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya disamping diperintahkan untuk menuliskan empat perkara, yakni rizkinya, ajalnya, perilakunya, dan bahagia-celakanya.”

Yang kedua adalah doa. Meminta kepada Allah agar  menganugrahkan cinta dan kasih sayang kepada pasangan anda. karena Allah SWT yang membolak balikan hati seorang hamba dan menumbuhkan perasaan cinta itu.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam Al Qoulul Mufid mengatakan, “Apabila seseorang mencari ridho Rabbnya dengan niat yang tulus, maka Allah akan ridho kepadanya karena Dialah yang paling mulia dari hamba-Nya. Karena hati seseorang di antara dua jari dari jari-jemari Allah ta’ala. Allah-lah yang membolak-balikkan hati siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang mencari ridha manusia namun membuat Allah murka, maka hasilnya adalah dia akan mendapatkan lawan dari maksudnya tersebut.”

Kemudian ketiag adalah berusaha untuk saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangan. Sebab ini merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan untuk menyemai cinta pasangan suami istri. manusia tidak ada yang sempurna. semua punya kekurangan dan kelebihan, namun apabila hal itu tidak bisa diterima oleh pasangan anda maka cinta itu tidak dapat disemai.

Dan yang terakhir adalah komunikasi yang baik. Sering terjadi nasehat, perhatian yang diberikan oleh pasangan bukannya membawa kebaikan. malahan menimbulkan pertengkaran dalam rumah tangga. hal ini diakibatkan cara komunikasi yang salah,  disampaikan dengan kekerasan. padahal Allah SWT telah mengingatkan hal ini dalam firman-NyA dalam surah al isra ayat 53;

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

Tentu masih banyak poin lain yang dapat menyemai cinta pasangan suami istri. Setidaknya  4 pon di atas adalah sebagian solusi untuk menyemai cinta dalam pernikahan. Wallahu a’lam. */ Sukman – Penulis adalah alumni STIS Hidayatullah tahun 2014

Berita ini juga dapat dibaca melalui Android. Segera Update aplikasi STISHID untuk Android . Install/Update Aplikasi STISHID Android Anda Sekarang !

Leave us a Comment