Lahirkan Kader Mujahid, STISHID dan SAR Hidayatullah Gelar Diklat

*Berita lengkap ini bisa dilihat di hidayatullah.com

Para mahasiswa STIS Hidayatullah dan anggota SAR Hidayatullah diharapkan mempunyai kualitas ibadah yang baik. Juga meningkatkan kepekaannya dalam bidang kemanusiaan dan sosial, dengan cita-cita membangun peradaban Islam.

Para peserta dan panitia Diklat foto bersama dalam salah satu momen
Para peserta dan panitia Diklat foto bersama dalam salah satu momen

Hidayatullah.com Sepekan sebelum dimulainya perkuliahan Tahun Ajaran 2014-2015, Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Hidayatullah (STISHID) Balikpapan bekerja sama dengan Tim SAR Hidayatullah Balikpapan mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Search and Rescue (Diklat SAR).
Kerjasama ini diawali dengan persamaan persepsi untuk melahirkan kader mujahid. Acara berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), sepanjang Rabu-Ahad (3-7/09/2014) dengan tema “Membangun Kader Mujahid Menyongsong Peradaban Islam”.

Diklat regional Kalimantan ini diikuti oleh 38 orang peserta dari 4 kota dalam tiga provinsi di Kalimantan. Yaitu dari Bulungan (Kalimantan Utara), Tabalong (Kalimantan Selatan), dan sebagian besar dari Balikpapan-Berau (Kaltim). Khusus peserta dari Balikpapan semuanya merupakan mahasiswa STIS Hidayatullah Balikpapan.

Jamal, Ketua SAR Hidayatullah Balikpapan mengatakan, tujuan konkrit yang ingin dicapai dari diklat ini adalah kemampuan peserta dalam mengaplikasikan 2 bidang mendasar sebagai seorang rescuer (penyelamat). Yaitu survive (mampu bertahan hidup dalam segala situasi) dan mempunyai charitable character (sifat kepedulian yang tinggi terhadap sesama).

Dalam rilisnya kepada hidayatullah.com dijelaskan, panitia mendatangkan 6 orang instruktur dalam diklat ini. Tiga orang instruktur berasal dari Pengurus Pusat SAR Hidayatullah, yaitu Asep Syamsul Fuad dan Abbas Usman (Keduanya Pembina SAR Hidayatullah) serta Usman Abdul Hamid (Sekjen SAR Hidayatullah Pusat).

Instruktur lainnya adalah Alfaroby (ahli navigasi) dan Jamaluddin (ahli water rescue), keduanya pengurus SAR Hidayatullah Samarinda, serta Jamal (Ahli Ringging, out bond).
Diklat ini juga bekerjasama dengan SAR Banda Balikpapan, Pimpinan Daerah Hidayatullah Balikpapan, dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Balikpapan.

Diklat SAR untuk Peradaban Islam

Asep Syamsul Fuad memaparkan, ada dua tujuan mendasar yang ingin dicapai dari Diklat SAR, yaitu faktor internal dan dan eksternal. Secara internal kelembagaan, SAR Hidayatullah berkomitmen memperkuat sistem  administrasi dan strukturalisasi organisasi.
Asep pun mengharapkan, para pengurus dan anggota SAR Hidayatullah mempunyai kualitas ibadah yang baik. Sebab SAR Hidayatullah merupakan salah satu amal usaha ormas Hidayatullah yang wilayah kerjanya meliputi bidang kemanusiaan dan sosial, dengan cita-cita membangun peradaban Islam.

Secara eksternal, Asep berharap, dengan diklat ini komitmen kesiapan para anggotanya dalam menghadapi datangnya bencana terus dipertajam.

Ketua STISHID Abdul Ghofar Hadi, M.S.I mengatakan, dengan diklat ini para mahasiswa diharapkan mempunyai kepekaan dan daya tanggap yang tinggi atas persoalan kemanusiaan yang terjadi disekitarnya. Terutama ketika mereka sudah lulus dan mengabdi di masyarakat kelak.
“Kami sangat menginginkan setiap individu mahasiswa memiliki kemandirian untuk tetap bertahan hidup dalam segala kondisi dan tidak manja dengan fasilitas yang ada,” ujar Abdul Ghofar.
Setelah sukses melaksanakan diklat selama 4 hari, Agus Himawan mewakili panitia mengatakan, SAR Hidayatullah Balikpapan berkomitmen untuk berusaha mengadakan diklat lanjutan.
Upaya ini diamini oleh Usman Abdul Hamid. Ia mengatakan bahwa syarat mutlak untuk menjadi anggota resmi SAR Hidayatullah adalah ketika para calon penyelamat ini telah melakukan diklat minimal 10 hari dan maksimal 12 hari. Artinya, Diklat SAR selama 4 hari ini dirasa belum cukup.*/M. Rizky Kurnia Sah

Rep: Muh. Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Leave us a Comment